Ridwan Kamil : Pencemaran DAS Citarum Turun Menjadi Cemar Ringan

Redaksi - 7 September 2021

Top Jabar, Kota Bandung – Kunjungan kerja Menko Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan ke wilayah Bandung untuk meninjau progres pelaksanaan program percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto, Wakapolda Jabar Brigjen Pol Eddy Sumitro dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan bahwa tingkat pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum turun dari cemar berat menjadi cemar ringan dalam dua tahun terakhir.

“Target kita di 2020 sebenarnya hanya tercemar sedang, tapi berkat kerja luar biasa dan juga intinya kerja luar biasa, kami melewati status cemar sedang Pak,” katanya di Bandung, saat melaporkan kondisi terkini DAS Citarum kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa, (7/9/2021).

“Hari ini langsung jadi cemar ringan, nah kemudian nanti di akhir kita berharap mutu airnya sudah masuk kelas 2,” katanya seusai mendampingi Luhut meninjau pelaksanaan program percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum di Secaba Rindam III Siliwangi, TPSA Cicabe, Jajaway Cidurian, dan Kantor Satgas Citarum Bandung.

Ia menjelaskan, saat Program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum mulai dilaksanakan pada tahun 2019 status DAS Citarum masih tercemar berat.

“Waktu kita mengawali yang warna kuning kita itu poin-nya 33,43 atau tercemar berat, jorok, kotor, dan lain-lain,” kata dia.

Sudah Membaik

Sekarang, ia melanjutkan, DAS Citarum statusnya cemar ringan.

Baca Juga :

“Jadi ikan-ikan sudah bisa berenang dengan baik dan juga manusia, istilahnya swimmable (bisa jadi tempat berenang), di akhir target kita. Jadi saya apresiasi kinerja semua pihak,” kata dia.

Ia menjelaskan pula bahwa capaian Program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum yang berkenaan dengan penanganan lahan kritis sudah melampaui target.

“Jadi targetnya harusnya akumulasi di 2021 lahan kritis kita hanya 15 ribu hektare. Kita, berkat kinerja TNI salah satunya yang paling masif, kita sudah 26 ribu hektare kita bereskan, baik di dalam dan luar kawasan hutan. Kita akan teruskan sesuai target sekitar 80 ribu hektare di akhir program,” kata dia.**

 175 total views,  1 views today

TERKAIT:

POPULER: