Ikuti Rakor Jabar, Bupati Bandung Ajak Warga Waspada Covid-19 Selama PPKM 3
Krismanto - 14 Februari 2022

Breaking News:
Ali Syakieb Pilih Bekerja Senyap: Santuni Warga dan Beri Semangat Anak Panti Asuhan
Bio Farma Salurkan Bantuan Logistik dan Vaksinasi Tetanus untuk Korban Longsor Cisarua
BRI Salurkan Bantuan Lanjutan TJSL Tanggap Darurat Bencana untuk Penyintas Longsor Cisarua
Publik Kaget! Pola Makan Warga Kota Disebut Menteri LH Sebabkan Longsor Bandung Barat
Krismanto - 14 Februari 2022

Top Jabar, Kabupaten Bandung – Guna mencegah peningkatan kasus covid-19 dimasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di wilayah Bandung Raya. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten dan Jawa Barat menggelar rapat koordinasi (Rakor) covid-19.
Rakor Covid – 19 Jawa Barat yang digelar secara virtual tersebut dipimpin langsung Sekretaris Daerah Jawa Barat (Sekda Jabar) Dr.Ir. Setiawan Wangsaatmaja dan dihadiri oleh Forkopimda Jabar serta kepala daerah se-Jabar
Dilansir dari akun intstagram @dadangsupriatna menjelaskan, dirinya terus mendorong jajaran pemerintahan bersama masyarakat agar bisa bekerjasama dalam upaya mengantisipasi peningkatan kasus covi-19.
“Saya menghimbau kepada seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk aktif, waspada dan terus berkoordinasi khususnya terkait pelaksanaan PPKM level 3 saat ini,”jelasnya. Senin, (14/2/2022).
Ia menambahkan, dalam rakor itu Sekda Jabar sekaligus memberikan arahan kepada seluruh Satgas Kabupaten Kota di Jabar terkait enam poin penting di antaranya :
1. Upaya peningkatan kapasitas Tempat Tidur (TT) Rumah Sakit (RS) dan Isolasi Terpadu (Isoter) bisa dimaksimalkan seperti tahun 2021
2. Untuk terus meng-update data pasien yang sembuh
3. Pelaksanaan vaksinasi untuk lansia dan anak-anak
4. Melakukan testing dan tracing
5. Telekonsultasi dan pengiriman obat
6. Ketersediaan oksigen
Lebih lanjut dari hasil rakor tersebut Dadang berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung untuk tidak panik terhadap covid-19 omicron namun tetap selalu disiplin protokol kesehatan yang lebih ketat.
![]()