Gempa Jepang M 7,4 Picu Pergeseran Tanah di Beberapa Tempat
Admin - 2 Januari 2024

Breaking News:
Wakil Ketua DPR RI Puji Transformasi Lahan Desa Sukamenak: Bukti Nyata APBN Membangun dari Desa
Waspada Lonjakan Harga, Cucun Ahmad Syamsurijal Desak Pemkab Bandung Proaktif Kendalikan Inflasi
Grand Final Duta Pajak 2026 Kabupaten Bandung, Dorong Milenial Jadi Agen Edukasi Pajak Daerah
Kasus Emeralda Resort Memanas! Pengembang Akui Tuntutan Baru dari Konsumen
Janji Tinggal Janji, Ratusan Pembeli Perumahan Emeralda Resort Merasa Tertipu
Admin - 2 Januari 2024

TOP JABAR, Jakarta – Gempa bumi dahsyat yang mengguncang Prefektur Ishikawa Jepang pada Senin, 1 Januari 2024 kemungkinan telah menggeser daratan di wilayah Noto dekat pusat gempa hingga 1,3 meter ke arah barat.
Geospatial Information Authority atau Otoritas Informasi Geospasial Jepang, yang dikenal sebagai GSI, menganalisis data GPS setelah gempa Jepang berkekuatan magnitudo 7,6 – yang sebelumnya disebut bermagnitudo 7,4.
GSI mengatakan, seperti dikutip dari NHK, Selasa (2/1/2024), angka awal menunjukkan bahwa titik pengamatan di Kota Wajima di Prefektur Ishikawa mengalami pergeseran terbesar, bergerak secara horizontal sekitar 1,3 meter ke arah barat.
Analisis juga menunjukkan adanya pergeseran ke arah barat sekitar 1 meter di Kota Anamizu dan 80 cm di Kota Suzu. Sebuah titik pengamatan di Notojima Kota Nanao bergerak 60 cm ke barat laut menuju pantai Laut Jepang.
Tanah tampaknya telah bergeser sekitar 20 cm ke arah barat laut di Prefektur Toyama dan Niigata. Pergeseran tanah beberapa sentimeter juga terlihat di wilayah Kanto-Koshin dan di tempat lain.
GSI berencana untuk terus menganalisis data pergerakan lainnya.
Adapun jumlah korban tewas akibat serangkaian gempa bumi dahsyat melanda Jepang bagian barat dilaporkan terus bertambah. Sedikitnya 48 orang kini dilaporkan tewas.
Sementara itu, menurut laporan NHK, ribuan bangunan, kendaraan dan perahu juga dilaporkan rusak. Pihak berwenang memperingatkan masyarakat di beberapa wilayah pada hari Selasa untuk menjauh dari rumah mereka karena risiko gempa yang lebih kuat.
Gempa susulan terus mengguncang Prefektur Ishikawa dan daerah sekitarnya sehari setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang sebelumnya disebut 7,4 menghantam daerah tersebut pada Senin (1/1/2023) sore.
![]()