Aksi Sosial di Bulan Ramadan, Rajiv Salurkan 30.000 Paket Bantuan Pangan di Jabar II
Krismanto - 4 Maret 2026

Breaking News:
Bulan Penuh Berkah, Serdik Sespimti Polri Dikreg ke-35 Santuni Anak Yatim dan Gelar Bakti Sosial
Aksi Sosial di Bulan Ramadan, Rajiv Salurkan 30.000 Paket Bantuan Pangan di Jabar II
Perkuat Layanan Kesehatan, Cucun Ahmad Syamsurijal Sebar 31 Ambulans Gratis ke Seluruh Kecamatan
Bukti Nyata Pembinaan BRI: UMKM Bandung Berhasil Lolos Kurasi Ketat BRIncubator
Krismanto - 4 Maret 2026

TOP JABAR – Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv membagikan sebanyak 30.000 paket sembako kepada masyarakat dalam rangka bulan Ramadan dan jelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026.
Bantuan tersebut disalurkan di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dan didampingi oleh Wakapolresta Bandung AKBP Putu Hendra Binangkari.
Kegiatan ini dilakukan saat memasuki masa Reses DPR RI Masa Sidang III Tahun 2025-2026 yang diawali dari Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Rajiv merupakan Legislator dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Jawa Barat II meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.
“Saya akan berikan kenang-kenangan berupa paket sembako, mudah-mudahan dapat membantu meringankan beban masyarakat di Kecamatan Ciparay. Semoga bermanfaat di tengah nuansa bulan Ramadan ini,” ujar Rajiv dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).
Selain berbagi sembako, Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem ini juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Lebaran.
Menurut dia, momen Ramadan hingga Idulfitri biasanya diikuti peningkatan permintaan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, daging, dan telur.
“Karena itu, saya mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait memastikan distribusi berjalan lancar agar tidak terjadi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat,” ujarnya.
Untuk itu, Rajiv yang merupakan Anggota Komisi IV DPR RI membidangi pertanian, perikanan, dan pangan akan terus memantau kondisi ketersediaan pangan di daerah pemilihannya.
Ia berharap produksi pertanian lokal dapat menjadi penopang utama kebutuhan masyarakat, terutama saat permintaan meningkat.
“Saya yang diberikan amanah oleh masyarakat di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, akan terus memantau kondisi ketersediaan pangan di sini. Saya akan serap aspirasi dari masyarakat untuk disampaikan di Jakarta (DPR RI),” imbuhnya.
Di samping itu, Rajiv juga menyampaikan bahwa selama satu tahun menjabat sebagai wakil rakyat telah menyalurkan sejumlah program ke masyarakat mulai dari Program Indonesia Pintar (PIP), bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), kultivator, bantuan bibit, hingga program bioflok perikanan.
Oleh karena itu, Ia mengingatkan kelompok tani penerima bantuan agar tidak menjual kembali bantuan yang diberikan. Karena, kata dia, bantuan tersebut untuk mendukung pertanian di wilayah Jawa Barat agar maju berkembang ke depannya.
“Saya ingatkan kepada kelompok-kelompok tani yang dapat bantuan, tolong jangan pernah itu dijual lagi. Itu untuk masyarakat, untuk petani agar pertanian di Ciparay makin maju dan berkembang,” tegasnya.
Ke depan, ia berharap bantuan yang disalurkan ke wilayah Ciparay dan sekitarnya bisa semakin banyak. Bagi masyarakat yang belum menerima bantuan, Rajiv meminta untuk bersabar karena penyaluran dilakukan secara bergiliran agar merata.
“Doakan amanah ini bisa saya gunakan dengan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat. Bagi masyarakat yang belum menerima bantuan dan program, mohon bersabar ya,” ucapnya.
Gerakan Pangan Murah
Selain memberikan 30.000 paket sembako, Rajiv juga menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di daerah Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Ia berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, dan jelang menyambut Lebaran Hari Raya Idulfitri.
“Sesuai janji saya, kita kembali gelar Gerakan Pangan Murah agar masyarakat bisa membeli pangan murah jelang lebaran nanti,” kata Rajiv.
Adapun, gerakan pangan murah yang digelar ini ada minyak goreng yang dijual Rp15.700, beras SPHP harganya Rp54.000, daging sapi Rp117.000, daging ayam Rp36.000, dan telor Rp29.500.
Namun, masyarakat yang mendapatkan voucher bisa membeli telor hanya dengan harga Rp19.000.
Sedangkan, sayur-sayuran yang dihadirkan langsung dari petani Ciwidey, Pasir Jambu harganya serba Rp5.000, termasuk harga cabai yang sedang mahal tapi dijual murah di Gerakan Pangan Murah agar masyarakat bisa membeli.**
![]()