Bupati Bandung Instruksikan Siswa Kumpulkan Biji Buah untuk Ditebar Lewat Udara
Krismanto - 19 Desember 2025

Breaking News:
Ali Syakieb Pilih Bekerja Senyap: Santuni Warga dan Beri Semangat Anak Panti Asuhan
Bio Farma Salurkan Bantuan Logistik dan Vaksinasi Tetanus untuk Korban Longsor Cisarua
BRI Salurkan Bantuan Lanjutan TJSL Tanggap Darurat Bencana untuk Penyintas Longsor Cisarua
Publik Kaget! Pola Makan Warga Kota Disebut Menteri LH Sebabkan Longsor Bandung Barat
Krismanto - 19 Desember 2025

TOP JABAR – Pemerintah Kabupaten Bandung meluncurkan inovasi lingkungan yang unik dengan melibatkan generasi muda dalam upaya penghijauan.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menginstruksikan seluruh siswa tingkat TK, SD, hingga SMP untuk menyumbangkan biji buah-buahan saat pembagian rapor pada hari Senin mendatang.
Biji-biji yang terkumpul nantinya tidak akan ditanam secara manual, melainkan ditebar menggunakan pesawat di wilayah-wilayah hutan yang sulit dijangkau oleh kendaraan darat.
Instruksi ini disampaikan langsung oleh Bupati Dadang Supriatna. Dimana setiap siswa diminta membawa minimal lima butir biji buah-buahan yang nantinya akan dikumpulkan secara kolektif.
”Pada waktu pemberian rapor melalui Dinas Pendidikan, saya sudah menginstruksikan bahwa seluruh siswa harus membawa minimal lima biji buah-buahan. Biji-biji ini dikumpulkan melalui Dinas Pendidikan untuk kemudian kita kelola lebih lanjut,” ujar Dadang Supriatna saat memberikan keterangan kepada media. Jumat, 19 Desember 2025.
Untuk mengeksekusi program ini, Bupati Bandung telah menjalin koordinasi dengan Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sulaiman. Rencananya, benih-benih tersebut akan ditebar menggunakan pesawat latih guna menjangkau titik-titik lokasi terpencil.
”Setelah terkumpul, saya sudah berkoordinasi dengan Danlanud. Maka melalui pesawat, kita akan tebar benih-benih berupa bibit tersebut di wilayah Kabupaten Bandung, khususnya di titik lokasi yang tidak terjangkau oleh daratan atau kendaraan,” tambahnya.
Metode ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh Dadang Supriatna. Ia mengenang keberhasilan serupa yang pernah ia coba pada tahun 2004 silam.
”Saya kira saya sudah mencoba tahun 2004 ya, berhasil di wilayah Kamojang. Maka kita akan coba lagi di tahun ini untuk wilayah-wilayah yang memang aksesnya susah,” ungkapnya.
Terkait potensi risiko saat penebaran benih dari udara, Bupati menegaskan bahwa faktor keamanan menjadi prioritas utama. Pemerintah Kabupaten Bandung akan berkoordinasi intensif dengan unsur Forkopimda dan aparat kewilayahan.
”Sebelum dilaksanakan, kita akan runding dulu dengan Forkopimda untuk menentukan lokasi mana yang aman,” tuturnya.
“Hal ini juga akan diberitakan melalui Camat dan Kepala Desa agar jangan sampai ada masyarakat yang terkena (biji) pada waktu pelaksanaan penanaman pohon secara bidik langsung tersebut,” jelas Bupati.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan lahan kritis di Kabupaten Bandung sekaligus mengedukasi siswa mengenai pentingnya menjaga ekosistem sejak dini.
Melalui inovasi ini, Dadang Supriatna optimistis kawasan hijau yang sulit diakses akan kembali asri dalam beberapa tahun ke depan.**
![]()