Wabup Ali Syakieb Tinjau Banjir dan Longsor, 9.246 KK Terdampak di Dayeuhkolot
Krismanto - 5 Desember 2025

Breaking News:
Ali Syakieb Pilih Bekerja Senyap: Santuni Warga dan Beri Semangat Anak Panti Asuhan
Bio Farma Salurkan Bantuan Logistik dan Vaksinasi Tetanus untuk Korban Longsor Cisarua
BRI Salurkan Bantuan Lanjutan TJSL Tanggap Darurat Bencana untuk Penyintas Longsor Cisarua
Publik Kaget! Pola Makan Warga Kota Disebut Menteri LH Sebabkan Longsor Bandung Barat
Krismanto - 5 Desember 2025

TOP JABAR – Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Cakra Amiyana dan sejumlah pejabat terkait, melakukan peninjauan intensif ke lokasi-lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bandung. Bencana ini terjadi menyusul hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (4/12/2025) malam.
Data sementara menunjukkan bahwa wilayah Dayeuhkolot menjadi area dengan dampak terparah, di mana total 9.246 Kepala Keluarga (KK) atau 25.918 jiwa dari tiga desa dan satu kelurahan terdampak.
Hingga saat ini, total 99 KK (307 jiwa) di Dayeuhkolot terpaksa mengungsi. Secara keseluruhan, lebih dari 12.000 KK terdampak di beberapa kecamatan.
Peninjauan Wabup Ali Syakieb berpusat di Kantor Desa Dayeuhkolot yang saat ini difungsikan sebagai lokasi pengungsian sementara. Di sana, ia berinteraksi langsung dengan para korban.
“Hari ini saat kita sedang meninjau langsung yang terdampak banjir, khususnya di Dayeuhkolot. Di lokasi pengungsian ini terdapat sekitar 18 kepala keluarga. Tadi saya juga sempat melihat ada seorang bayi berusia tiga bulan yang sangat memprihatinkan,” ujar Wabup Ali Syakieb pada Jumat (5/12/2025).
Wabup Ali Syakieb mengungkapkan bahwa upaya pemantauan dan pergerakan tim sudah dilakukan sejak malam hari, namun terkendala oleh kemacetan total dan tingginya genangan air yang menghambat akses menuju titik bencana.
Terkait kondisi banjir, Wabup Ali Syakieb mencatat ketinggian air di Dayeuhkolot mencapai 1,5 meter. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung telah menyiapkan pompa penyedot air, namun belum dapat dioperasikan secara optimal.
Ia membenarkan bahwa delapan unit pompa telah disiapkan, tetapi operasionalnya terhalang oleh tingginya muka air Sungai Citarum.
“Pengerjaan baru bisa dilakukan setelah muka air Sungai Citarum turun terlebih dahulu. Jika sudah ada perbedaan ketinggian, barulah pompa dapat bekerja optimal,” jelasnya.
“Jika pemompaan dipaksakan saat permukaan air sungai masih tinggi, dikhawatirkan tidak akan memberikan solusi dan justru menimbulkan masalah baru,” imbuhnya.
Sementara, Sekda Cakra Amiyana menjelaskan bahwa pemerintah daerah, berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi, telah mengidentifikasi sembilan titik kejadian yang mencakup banjir dan longsor.
BPBD telah mengerahkan perahu, didukung perahu milik camat. Dapur umum dari Dinas Sosial dan tenda-tenda pengungsian juga telah disiapkan.
Cakra menceritakan adanya warga yang sempat terjebak di tengah Sungai Citarum di Cilampeni pada malam hari. Berkat bantuan Basarnas, evakuasi berhasil dilakukan sekitar pukul 23.30.
Selain di Dayeuhkolot, tim juga meninjau lokasi longsor di Cangkuang dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut maupun bencana secara keseluruhan.**
![]()