Peringatan Tsunami di Cianjur: Tiga Wilayah Berisiko, Warga Diminta Waspada
Admin - 24 Agustus 2024

Breaking News:
Kunjungi Jalur Nagreg, Asep Romy Romaya Ingatkan Pemudik: “Jika Mengantuk, Istirahat Dulu”
Pantau Arus Mudik di Kabupaten Bandung, Cucun Ahmad Syamsurijal Pastikan Kesiapan Petugas
IJTI Berbagi, Naufal Rabani Ucapkan Terimakasih Kepada Seluruh Pihak yang Berpartisipasi
Anggota DPR RI Rajiv Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Pangalengan
Admin - 24 Agustus 2024

TOP JABAR, Kota Bandung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat tiga kecamatan di wilayah selatan berpotensi terdampak tsunami dengan ketinggian air setinggi 18-26 meter ketika gempa bumi 8,7 magnitudo melanda pantai selatan Cianjur.
“Berdasarkan peta bahaya tsunami yang diperoleh dari BMKG terdapat tiga wilayah yang berpotensi terdampak bencana tsunami, Kecamatan Cidaun, Sindangbarang dan Agrabinta dimana terdapat 18 desa. Sehingga warga diminta untuk waspada,” kata Kepala Pelaksana BPBD Cianjur Asep Kusmana Wijaya di Cianjur Jumat, 23 Agustus 2024 seperti dilansir Antara.
Asep mengatakan, soal ancaman tsunami ini sifatnya masih potensi sehingga warga di pesisir selatan tidak perlu panik. Namun dia menekankan untuk tetap waspada dan segera mengungsi ketika melihat tanda alam yang mengarah ke terjadinya bencana tersebut.
BPBD Kabupaten Cianjur, kata Asep, sudah menempatkan sekitar 90 orang Relawan Tangguh Bencana (Retana) di sepanjang pesisir pantai selatan untuk melakukan pengawasan, pelaporan dan tindakan cepat mengevakuasi warga ketika melihat tanda alam akan terjadinya tsunami.
Baca Juga :
Akibat Jalan Rusak, Seorang Ibu Melahirkan di Dalam Ambulance
“Termasuk memberikan pelatihan dan kesiapsiagaan pada warga di sepanjang pesisir selatan terkait antisipasi dan penanganan cepat ketika terjadi bencana, termasuk melakukan evakuasi,” kata Asep.
Sejak beberapa tahun terakhir, tambah Asep, pemerintah daerah memasang rambu atau jalur evakuasi di sejumlah titik, terutama sepanjang bibir pantai selatan yang membentang di tiga kecamatan.
Simulasi menghadapi bencana alam tsunami di ketiga wilayah tersebut kerap dilakukan sebagai upaya antisipasi dan membentuk kesiapan warga. Kalau pun bencana itu tidak terjadi, minimal warga sudah memiliki kesiapan menghadapinya.* [red]
![]()