Dari Jabar untuk Negeri: KMPLGP Tawarkan Solusi Pemulihan Tanah Secara Organik
Roel - 26 November 2025

Breaking News:
Ali Syakieb Pilih Bekerja Senyap: Santuni Warga dan Beri Semangat Anak Panti Asuhan
Bio Farma Salurkan Bantuan Logistik dan Vaksinasi Tetanus untuk Korban Longsor Cisarua
BRI Salurkan Bantuan Lanjutan TJSL Tanggap Darurat Bencana untuk Penyintas Longsor Cisarua
Publik Kaget! Pola Makan Warga Kota Disebut Menteri LH Sebabkan Longsor Bandung Barat
Roel - 26 November 2025

TOP JABAR, BANDUNG – Menjawab tantangan pertanian modern di Jawa Barat, KMPLGP Jabar terus mendorong inovasi pengelolaan tanah demi meningkatkan produktivitas pertanian. Dalam wawancara eksklusif bersama TopJabar, pendiri KMPLGP Jabar, Kang Eben, menekankan pentingnya kesadaran petani terhadap kesehatan lahan sebagai fondasi utama keberhasilan bertani.
Ditemui jurnalis Top Jabar, Usep Setiawan saat meninjau proses produksi pupuk di Kampung Bojong Keusik, Desa Panyadap, Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Selasa, 25/11/2025, Kang Eben mengungkapkan masih banyak petani yang menggarap lahan tanpa memahami kebutuhan dasar tanah. Menurutnya, keseimbangan unsur hara dan penetralan tingkat keasaman merupakan faktor vital agar tanaman dapat tumbuh optimal.
Ia menegaskan bahwa sebagian besar lahan pertanian di Jawa Barat kini mengalami penurunan kualitas akibat penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia yang terus-menerus.
“Kita tidak bisa menutup mata. Tanah kita sudah menurun kualitasnya karena terlalu lama dibebani pupuk kimia. Maka dari itu, inovasi mutlak diperlukan,” ujar Kang Eben.
Sebagai langkah solutif, KMPLGP Jabar menghadirkan konsep Terapi Lahan Pro Organik dan Semi Organik melalui Pupuk Dasar Takar Organik “MAUNG”, sebuah inovasi yang dirancang untuk memperbaiki kondisi tanah secara menyeluruh.
Baca Juga :
Hailuki Soal RAPBD 2026: Efisiensi Boleh, Pelayanan Publik Jangan Sampai Turun
Kang Eben menjelaskan bahwa Pupuk MAUNG mampu menetralkan keasaman tanah, meningkatkan unsur hara, memperbaiki struktur biologis, serta meningkatkan kemampuan tanah dalam mengikat air. Dengan demikian, lahan menjadi lebih subur dan produktivitas meningkat secara signifikan.

“Konsep ini bukan hanya soal pupuk. Ini tentang bagaimana kita menghidupkan kembali tanah agar tanaman bisa tumbuh maksimal. Ketika tanah sehat, hasil pun mengikuti,” tambahnya.
1. Tanaman Padi
– Pro Organik: 1,5 ton/Ha – 2 kali aplikasi
– Semi Organik: 1 ton/Ha + 30% pupuk kimia – 2 kali aplikasi
2. Tanaman Palawija
– Pro Organik: 2 ton/Ha – 2 kali aplikasi
– Semi Organik: 1,5 ton/Ha + 30% pupuk kimia – 2 kali aplikasi
Kang Eben kembali menegaskan bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya bertumpu pada pupuk, tetapi juga pada kesadaran, ketekunan, dan inovasi petani. Ia mengajak seluruh petani di Jawa Barat untuk bergerak menuju kemandirian pangan dan pertanian yang lebih sehat.
“Mari kita berinovasi. Dengan tanah yang sehat, petani kuat, dan hasil melimpah, kita menuju swasembada pangan. Kami cinta tani, cinta negeri,” tegasnya menutup wawancara.* [red]
![]()