Akselerasi SPBE Kota Bandung: SIMPULDASI Wujudkan Single Source of Truth dari Tingkat Kelurahan
Krismanto - 28 September 2026

Breaking News:
DLH Kota Bandung Dukung Gerakkan TOKEN Kelola Sampah dari Rumah
Akselerasi SPBE Kota Bandung: SIMPULDASI Wujudkan Single Source of Truth dari Tingkat Kelurahan
Transformasi Ekologi Urban: Kelurahan Binong Lakukan Rekonstruksi Pengelolaan Sampah melalui GEMMAS
Universitas Bandung Resmi Dinaungi Yayasan Habibi Bina Cendikia
Semarakkan Gaya Hidup Sehat, BRI Boyong Keseruan dan Promo Melimpah di Cianjur
Krismanto - 28 September 2026

TOP JABAR, Kota Bandung – Langkah nyata dalam membenahi tata kelola data kewilayahan kembali lahir dari tingkat tapak. Sekretaris Kelurahan Binong, Sopiya Yolanda, S.IP,MM resmi meluncurkan Aksi Perubahan bertajuk SIMPULDASI (Sistem Pengumpulan Data Terintegrasi)—sebuah inovasi yang dirancang untuk menyatukan seluruh alur data pelayanan dari tiap seksi ke dalam satu pintu.
Langkah strategis ini langsung mendapatkan apresiasi tinggi dari dua instansi kunci Pemerintah Kota Bandung, yakni Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus). Kedua dinas menilai SIMPULDASI berhasil menyelesaikan persoalan klasik: data yang parsial dan ketergantungan pengelolaan data pada individu tertentu (person dependent).
Integrasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai pemenuhan Aksi Perubahan semata, melainkan menjadi percontohan (best practice) yang dapat direplikasi oleh seluruh kelurahan di Kota Bandung demi pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan responsif.
Dukungan lintas sektor yang mengalir dari Diskominfo dan Disarpus Kota Bandung mempertegas bahwa SIMPULDASI (Sistem Pengumpulan Data Terintegrasi) yang diinisiasi oleh Sopiya Yolanda, S.IP bukan sekadar pemenuhan tugas Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP), melainkan kebutuhan krusial dalam tata kelola pemerintahan modern.
Dengan mengintegrasikan seluruh data dari tiap seksi kelurahan ke dalam satu platform yang terstandar, SIMPULDASI terbukti mampu meningkatkan respon pelayanan publik, menjamin validitas data, serta menghapus ketergantungan pengelolaan data pada individu tertentu (person dependent). Inovasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan (best practice) bagi kelurahan-kelurahan lain di Kota Bandung demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, dan berbasis data (data-driven governance).
Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika (Diskominfo) Hendryco Arie Sapiie SE.,Ak.H Menegaskan Bahawa :
“Transformasi Digital BUKAN Sekadar Digitalisasi Dokumen, Melainkan Redefinisikan Tata Kelola Data di Akar Rumput”
“Sering kali, tantangan terbesar dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) bukan pada kecanggihan aplikasinya, melainkan pada kebiasaan kerja yang masih terfragmentasi (silo mentality). Langkah yang diambil oleh Ibu Sopiya Yolanda melalui inovasi SIMPULDASI adalah sebuah artikulasi nyata dari semangat Smart Governance yang kita bangun di Kota Bandung.

Transisi digital yang ideal tidak hanya berkutat pada pembuatan aplikasi baru, tetapi pada bagaimana kita mengubah cara kerja di lapangan. Selama ini, tantangan terbesar kita adalah budaya kerja yang masih terkotak-kotak (silo mentality).
SIMPULDASI mampu memotong mata rantai birokrasi data yang rumit di tingkat tapak, mengubah data kewilayahan yang tadinya parsial menjadi satu ekosistem data yang terpadu (single source of truth). Inisiatif ini tidak hanya mempercepat alur informasi, tetapi juga menjadi preseden baik bagaimana sebuah kelurahan mampu memvalidasi data secara real-time untuk pimpinan. Diskominfo Kota Bandung memberikan apresiasi mendalam dan siap mengawal keberlanjutan serta potensi integrasi SIMPULDASI ke dalam infrastruktur digital skala kota.
Kepala Dinas Arsip Dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung Dewi Kaniasari,S.Sos.,M.A Memberikan Pandangan Bahwa :
“Menyelamatkan Aset Informasi Kewilayahan Melalui Integrasi Digital yang Akuntabel dan Modern”
“Arsip kewilayahan adalah memori kolektif dan fondasi utama pengambilan kebijakan publik. Sayangnya, pengelolaan data di tingkat kelurahan rentan tercecer, terduplikasi, atau bahkan hilang saat terjadi pergantian personel.
“Arsip dan data di tingkat kelurahan adalah rekam jejak kolektif serta fondasi utama dalam pengambilan kebijakan publik. Sayangnya, pengelolaan arsip kewilayahan sering kali rentan hilang, terduplikasi, atau sulit diakses saat dibutuhkan. Rancangan Aksi Perubahan SIMPULDASI yang dihadirkan oleh Sekretaris Kelurahan Binong ini melampaui sekadar tertib administrasi—ini adalah pemuliaan terhadap nilai sebuah data.
Disarpus Kota Bandung memberikan dukungan penuh atas hadirnya SIMPULDASI. Langkah ini menjadi milestone penting dalam transformasi kearsipan digital yang tertib, aman, dan adaptif terhadap dinamika jaman.”
Terobosan SIMPULDASI ini bukan sekadar urusan tertib administrasi, melainkan bentuk pemuliaan terhadap aset data warga. Melalui standardisasi dan sistem akses yang akuntabel, SIMPULDASI berhasil mengubah kearsipan yang kaku menjadi ekosistem digital yang lincah, aman, dan mudah ditelusuri (trackable). Disarpus mengapresiasi penuh komitmen ini sebagai milestone penting kearsipan modern Kota Bandung.* (red/sopiya)