Meski Musim Penghujan, Perumda Tirta Raharja Masih Lakukan Penggiliran Pengaliran Air di Wilayah Ciwidey
Krismanto - 8 Januari 2024

Breaking News:
Ali Syakieb Pilih Bekerja Senyap: Santuni Warga dan Beri Semangat Anak Panti Asuhan
Bio Farma Salurkan Bantuan Logistik dan Vaksinasi Tetanus untuk Korban Longsor Cisarua
BRI Salurkan Bantuan Lanjutan TJSL Tanggap Darurat Bencana untuk Penyintas Longsor Cisarua
Publik Kaget! Pola Makan Warga Kota Disebut Menteri LH Sebabkan Longsor Bandung Barat
Krismanto - 8 Januari 2024

TOP JABAR – Perusahaan Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung melakukan penggiliran pengaliran air kepada pelanggan yang berada di Kota Pelayanan Ciwidey Wilayah I Soreang.
Penggiliran pengaliran air tersebut dilakukan karena kapasitas air baku di Cigadog, Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung mengalami penurunan, dari biasanya 20 liter/detik namun kini menjadi 10-11 liter/detik atau mengalami penurunan 8-9 liter.
Humas Perumda Tirta Raharja, Harry Faisal mengatakan penurunan sumber air baku tersebut disebabkan dampak fenomena El Nino yang belum berakhir, meskipun saat ini sudah memasuki musim hujan.
Adapun daerah terdampak penggiliran pengaliran di antaranya Kampung Sukarasa, Komplek Sukarasa Permai, Sukamaju Mekarasa, Villa Ciwidey, Puri Ciwidey, Neglasari RW 03, Pasirjambu dan Kampung Sirnagalih RW 10.
“Jadwal pengalirannya mulai jam 08:00 WIB sampai dengan 08:00 WIB (24 Jam),” kata Harry Faisal. Senin, 8 Januari 2024.
“Kami senantiasa berupaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih para pelanggan, khususnya yang ada di wilayah Ciwidey secara berkelanjutan,” sambungnya.
Ia menambahkan untuk menjaga sumber air baku di Cigadog, Perumda Air Minum Tirta Raharja telah berkoordinasi dengan Perhutani agar sumber air tersebut tetap lestari.
“Sehingga bisa berkelanjutan pemanfaatannya agar masyarakat atau pelanggan dapat terpenuhi kebutuhan air bersihnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kasubsi Distribusi Perumda Tirta Raharja Zaenal Mutaqin menjelaskan meskipun saat ini sudah mulai musim hujan, tapi tidak serta-merta membuat sumber air di Cigadog kembali normal.
“Di bulan-bulan terakhir, tahun kemarin itu, kita krisis air akibat kemarau berkepanjangan sebagai dampak fenomena El Nino. Nah, sekarang hujan memang mulai sering turun, tapi itu tidak serta-merta air hujan semuanya menyerap ke dalam tanah,” kata Zaenal.
“Jadi akibat kemarau itu, air yang masuk ke reservoir kita hanya 11-12 liter/detik, bahkan terkadang hanya 10 liter/detik,” jelasnya.
Zaenal menuturkan saat datang ke lokasi sekitar sumber air Cigadog, dirinya melihat dilahan milik Perhutani terdapat tanaman sayuran.
“Ini sangat disayangkan, karena resapan airnya menjadi berkurang. Air hujan mengalir begitu saja, tidak tertahan pepohonan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, kata Zaenal, dalam kondisi normal debit air di sumber air Cigadog itu sekitar 26 liter/detik. Tapi yang dimanfaatkan oleh Perumda Tirta Raharja sekitar 20 liter/detik, sisanya dimanfaatkan oleh warga Batununggal, Desa Alamendah.
Zaenal juga menginformasikan untuk para pelanggan yang ingin mengetahui atau melaporkan adanya gangguan distribusi air ke rumahnya, Perumda Tirta Raharja telah menyediakan Contact Center (WhatsApp Only) 24 jam dinomor 082136866866.***
![]()