Pelantikan Orado Jabar 2026: Turnamen Domino Jadi Ajang Seleksi Atlet Menuju Kejurnas
Krismanto - 30 Maret 2026

Breaking News:
Pelantikan Orado Jabar 2026: Turnamen Domino Jadi Ajang Seleksi Atlet Menuju Kejurnas
Bantah Isu Kelalaian, Palawi Tegaskan Insiden Pohon Tumbang di Rahong Murni Force Majeure
Kunjungi Jalur Nagreg, Asep Romy Romaya Ingatkan Pemudik: “Jika Mengantuk, Istirahat Dulu”
Pantau Arus Mudik di Kabupaten Bandung, Cucun Ahmad Syamsurijal Pastikan Kesiapan Petugas
IJTI Berbagi, Naufal Rabani Ucapkan Terimakasih Kepada Seluruh Pihak yang Berpartisipasi
Krismanto - 30 Maret 2026

TOP JABAR – Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) Jawa Barat resmi dilantik pada Senin, 30 Maret 2026. Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan turnamen domino tingkat provinsi yang melibatkan atlet junior dan senior dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Orado Jawa Barat dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus menjaring atlet potensial untuk berlaga di tingkat nasional.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Kepala Bidang Humas PB Orado John LBF, Ketua KONI Jawa Barat Muhammad Budiana, serta jajaran kepala OPD Pemerintah Kabupaten Bandung.
Sejak pagi hingga siang hari, turnamen domino digelar dengan mempertandingkan kategori junior dan senior. Para peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat bersaing dalam babak penyisihan hingga semifinal sebagai bagian dari Kejuaraan Provinsi (Kejurprov).
Ketua Pengprov Orado Jawa Barat, Ryan Dwinandra, menegaskan bahwa Kejurprov ini menjadi langkah strategis untuk mendorong cabang olahraga domino masuk dalam naungan KONI sekaligus menyiapkan atlet menuju kejuaraan nasional.
“Pada kegiatan ini kami melaksanakan Kejurprov yang menjadi salah satu syarat agar cabang olahraga domino bisa masuk ke KONI. Selain itu, ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju kejuaraan nasional,” ujarnya.
Ia menyebutkan, para atlet yang berhasil meraih juara akan langsung dipersiapkan untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026.
“Siapapun yang juara, baik junior maupun senior, akan kami kirimkan ke Kejurnas. Ini bagian dari upaya mencetak atlet terbaik dari Jawa Barat,” katanya.
Pelantikan Pengurus Berlangsung Khidmat
Memasuki sore hari, rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi pelantikan pengurus Orado Jawa Barat. Acara diawali dengan penampilan seni modern dan tari tradisional khas Jawa Barat, kemudian dilanjutkan dengan prosesi seremonial yang melibatkan marching band dan pasukan pengibar bendera.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan bendera pataka dari Ketua PB Orado kepada Ketua Pengprov Orado Jawa Barat sebagai simbol resmi dimulainya kepengurusan baru. Selanjutnya, pataka tersebut diserahkan kepada para ketua pengurus cabang (pengcab) se-Jawa Barat sebagai bentuk penguatan organisasi hingga ke tingkat daerah.
Ryan menjelaskan, dari total 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, sebanyak 20 pengurus cabang turut berpartisipasi dalam Kejurprov. Masing-masing pengcab mengirimkan empat atlet yang terdiri dari dua atlet junior dan dua atlet senior.
“Total ada 20 pengcab yang ikut serta. Setiap pengcab mengirimkan empat atlet, jadi ini benar-benar menjadi ajang seleksi atlet terbaik di Jawa Barat,” jelasnya.
Seluruh atlet yang bertanding berada di bawah naungan Pengprov Orado Jawa Barat, sehingga pembinaan dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.
Fokus Pembinaan Menuju Level Nasional
Setelah pelantikan, Orado Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk fokus pada pembinaan atlet, khususnya bagi para juara Kejurprov yang akan mewakili Jawa Barat di tingkat nasional.
“Kami akan melakukan pembinaan melalui bidang atlet dan teknik agar para atlet yang berprestasi ini bisa terus berkembang, tidak hanya berhenti di Kejurprov tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Ryan.
Ia menambahkan, olahraga domino memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi cabang olahraga prestasi, bukan sekadar aktivitas rekreasi.
“Harapannya, dari hobi bisa menjadi prestasi. Kami ingin mencetak atlet domino sebanyak-banyaknya dari Jawa Barat,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pertandingan final serta pemberian penghargaan kepada para pemenang. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpegiat domino di Jawa Barat.**
![]()