Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Anggota DPR RI Rajiv Ingatkan Bahaya Hoaks di Era Digital
Krismanto - 25 Maret 2025

Breaking News:
Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Ditangkap Jajaran Polda Jabar
Kasus Penyekapan 3 Tahun di Bandung, Rajiv Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku
Cerita Adik Korban Penyekapan di Cinunuk, Syahrul: Teteh Ingin Bisa Melihat Lagi
Dedi Mulyadi Pastikan Biaya Pengobatan Korban Penyekapan di Bandung Ditanggung hingga Pulih
Manfaatkan Momen CFD, BRI Tawarkan Kemudahan Transaksi Digital bagi Warga Bandung
Krismanto - 25 Maret 2025

TOP JABAR – Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berita bohong atau hoaks dalam sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digelar di PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Bandung pada 26 Februari 2025.
Acara yang dihadiri oleh para pengurus cabang Nahdlatul Ulama ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, serta membangun kesadaran akan bahaya informasi palsu yang dapat mengancam persatuan bangsa.
Dalam paparannya, Rajiv menyoroti maraknya penyebaran hoaks di media sosial dan dampaknya terhadap stabilitas nasional.
“Hoaks bukan sekadar berita palsu, tetapi bisa menjadi alat provokasi yang mengancam persatuan bangsa,” ujar Rajiv.
“Kita harus lebih cerdas dalam memilah informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya,” sambungnya.
Rajiv juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam menyaring informasi sebelum menyebarkannya. Ia menekankan pentingnya mengecek kebenaran berita melalui sumber resmi dan tidak mudah terpancing oleh judul-judul sensasional.
“Saring sebelum sharing. Jangan sampai kita justru menjadi bagian dari penyebaran informasi yang salah,” jelasnya.
Sosialisasi ini mendapat respons positif dari peserta yang hadir. Mereka menyadari bahwa hoaks tidak hanya merugikan individu, tetapi juga bisa memecah belah masyarakat.
Beberapa peserta juga mengusulkan agar pemerintah dan DPR lebih aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang literasi digital agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.**
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong yang dapat mengganggu keharmonisan bangsa.
![]()