Humaira: Peresmian Relokasi 8 Rumah Arjasari Adalah Simbol Harapan Baru Menuju Ramadan
Krismanto - 17 Februari 2026

Breaking News:
Dugaan VCS Terbongkar, Clara Shinta Klaim Suami Bawa Senjata Api saat Bertengkar
Kajari Karo Minta Maaf di DPR, Kasus Amsal Sitepu Berujung 5 Rekomendasi Tegas
Guru Didorong Jadi Pengawas MBG, Bupati Karawang Beri Perlindungan
Versi Berbeda soal CCTV, KPK Dibantah Kuasa Hukum Ono Surono
KPK: CCTV Rumah Ono Surono Dimatikan Keluarga Saat Penggeledahan
Krismanto - 17 Februari 2026

TOP JABAR – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, Humaira Zahrotun Noor, turut mendampingi Wakil Ketua DPR RI Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal dalam prosesi peresmian 8 unit rumah relokasi bagi korban longsor di Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Selasa (17/2/2026).
Kehadiran Humaira dalam acara “Munggahan” dan syukuran ini menegaskan komitmen kolaborasi antara legislatif pusat dan daerah dalam mengawal janji bantuan bagi warga terdampak bencana.
Bagi Humaira, peresmian delapan rumah ini bukan sekadar penyerahan bantuan fisik bangunan. Ia menekankan bahwa misi utama dari relokasi ini adalah memulihkan martabat dan harapan hidup para korban yang sempat terpuruk akibat bencana beberapa bulan lalu.
“Alhamdulillah, saya bersama Kang Haji Cucun dan sahabat Fraksi PKB Kabupaten Bandung telah meresmikan 8 unit rumah ini sebagai wujud penunaian janji atas bencana longsor kemarin,” ujar Humaira.
“Namun, pandangan kami lebih dari itu; kami tidak hanya membangun atap dan dinding, tapi menciptakan ruang di mana mereka bisa merasa aman, nyaman, dan memiliki harapan kembali,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa momentum ini sangat tepat karena bertepatan dengan persiapan menyambut bulan suci Ramadan.
“Warga sujud syukur karena sebentar lagi akan menjalankan ibadah Ramadan di kediaman yang baru,” imbuhnya.
Sebagai legislator muda dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Humaira juga menyoroti peran teknologi dan perilaku generasi milenial serta Gen Z dalam mengisi bulan Ramadan.
Di tengah era digitalisasi yang masif, ia mengajak anak muda untuk tidak terjebak dalam penggunaan gawai yang nirfaedah.
“Harapan saya untuk anak muda, di era digitalisasi ini jangan hanya sekadar bermain sosial media atau ponsel saja,” tuturnya.
“Jadikan Ramadan kali ini sebagai momentum refleksi diri untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan orang tua,” pesan Humaira.
Ia mengimbau agar ruang digital dihiasi dengan konten-konten positif yang memberikan manfaat bagi sesama.
Menurutnya, produktivitas di bulan Ramadan tidak hanya diukur dari pekerjaan atau sekolah, tetapi juga dari kematangan spiritual.
“Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak zikir, doa, dan membaca Al-Qur’an karena banyak sekali kemuliaan di dalamnya. Manfaatkan sosial media untuk menyebarkan kebaikan, sembari tetap menjaga kedekatan nyata dengan keluarga,” pungkasnya.**
![]()