Cerita Adik Korban Penyekapan di Cinunuk, Syahrul: Teteh Ingin Bisa Melihat Lagi

Krismanto - 22 Juni 2026

​TOP JABAR – Kasus penyekapan dan penyiksaan sadis yang menimpa seorang perempuan di sebuah rumah kos di wilayah Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, menyisakan trauma mendalam bagi pihak keluarga.

Syahrul Ulum, adik kandung dari korban berinisial YTT, tak kuasa membendung kesedihan saat menceritakan kondisi kakaknya yang mengalami luka fisik yang sangat tragis akibat perbuatan keji pelaku.

​Syahrul menuturkan bahwa saat pertama kali bertemu sang kakak pasca kejadian, ia sempat tidak mengenali wajah anggota keluarganya tersebut. Kerusakan fisik yang dialami YTT akibat penganiayaan itu sangat parah.

​”Sampai di titik saya tidak mengenali wajah kakak saya sendiri. Begitu hancur kondisinya,” ujar Syahrul dengan suara bergetar.

​Ia merinci, kondisi fisik YTT sangat memprihatinkan; bagian tengah gusi mengalami retak yang cukup panjang, tulang hidung diduga hancur hingga terlihat cekung ke dalam, dan salah satu matanya mengalami bengkak hebat (bengap) serta luka yang membuat kondisi visual mata tersebut sangat mengkhawatirkan. Selain itu, terdapat pula luka-luka serius di bagian kepala belakang.

​”Benar-benar tidak ada sisi kemanusiaan dari pelaku. Bagaimana bisa mereka tega melakukan tindakan sekeji ini kepada kakak saya?” keluh Syahrul dengan penuh emosi.

​Di balik kondisi fisiknya yang hancur, Syahrul menceritakan momen pilu saat pertama kali berkomunikasi dengan kakaknya.

Dalam keadaan yang masih menahan sakit luar biasa, YTT hanya mampu menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga.

​”Yang pertama diucapkan Teteh ke keluarga adalah permintaan maaf. Dia merasa sangat menyesal. Dia bilang, selama ini dia mungkin terlalu mengikuti kata-kata orang lain, dan sekarang dia benar-benar menyesal atas apa yang terjadi,” ungkap Syahrul.

​Sebagai seorang adik, Syahrul mengaku dihantui rasa bersalah yang besar. Ia merasa gagal menjalankan perannya untuk melindungi kakak perempuannya dari ancaman kekerasan.

​”Sakitnya luar biasa, tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Rasanya seperti kehilangan orang tua, tapi lebih dari itu, saya merasa gagal sebagai adik karena tidak bisa menjaga kakak saya,” katanya.

​Saat ini, keluarga hanya bisa berharap pada proses pemulihan YTT. Syahrul mengungkapkan keinginan kakaknya untuk bisa kembali menjalani hidup dengan normal, meski kini kondisi fisiknya tidak memungkinkan lagi untuk bekerja seperti sedia kala.

​”Dede (YTT) sempat bilang, dia ingin bisa melihat lagi. Dia juga punya keinginan, kalau nanti ada rezeki, ingin membuka usaha warung sembako di rumah. Dia bilang begitu, karena dia sadar kondisinya sudah tidak bisa lagi bekerja berat seperti dulu,” tutur Syahrul.

​Saat ini, pihak keluarga berharap agar proses hukum terhadap pelaku berjalan dengan seadil-adilnya dan pelaku dihukum seberat-beratnya atas tindakan tidak manusiawi yang telah menghancurkan masa depan serta kesehatan fisik kakaknya.**

Loading

TERKAIT:

POPULER: