Cegah Perang Sarung, Forkopimcam Ciparay Menggelar Deklarasi Anti Perang Sarung
Krismanto - 26 Maret 2024

Breaking News:
Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Ditangkap Jajaran Polda Jabar
Kasus Penyekapan 3 Tahun di Bandung, Rajiv Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku
Cerita Adik Korban Penyekapan di Cinunuk, Syahrul: Teteh Ingin Bisa Melihat Lagi
Dedi Mulyadi Pastikan Biaya Pengobatan Korban Penyekapan di Bandung Ditanggung hingga Pulih
Manfaatkan Momen CFD, BRI Tawarkan Kemudahan Transaksi Digital bagi Warga Bandung
Krismanto - 26 Maret 2024

TOP JABAR – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ciparay Kabupaten Bandung menggelar Deklarasi Anti Perang Sarung.
Deklarasi Anti Perang Sarung tersebut digelar di alun-alun Ciparay dan dihadiri para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan, masyarakat dan remaja yang terlibat perang sarung.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo melalui Kapolsek Ciparay AKP Deden Noviyanto mengatakan Deklarasi Anti Perang Sarung ini merupakan atensi dari Kapolda Jawa Barat.
“Deklarasi ini digelar dengan adanya kejadian perang sarung di wilayah Kecamatan Ciparay beberapa waktu lalu dan remaja tersebut langsung diamankan,” kata Deden. Selasa, 26 Maret 2024.
“Mudah-mudahan dengan adanya deklarasi ini, di Kecamatan Ciparay zero perang sarung,” harapnya.
Ia menambahkan untuk mencegah terjadinya kembali perang sarung, dirinya memerlukan kerjasama dari stakeholder terkait.
“Jadi jangan hanya dari forkopimcam saja, makanya kami mengundang dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan untuk bagaimana caranya Kecamatan Ciparay ini zero perang sarung,” ujarnya.
“Deklarasi ini juga kami laksanakan karena akan memasuki masa libur sekolah, maka dari itu dengan adanya deklarasi anti perang sarung ini adalah langkah astisipasi agar diketahui oleh seluruh warga Kecamatan Ciparay,” sambungnya.
Tak hanya deklarasi, pihaknya juga menjadikan para remaja yang terlibat dalam perang sarung menjadi duta anti perang sarung.
“Duta anti perang sarung kami laksanakan agar adanya sebuah kesinambungan disini, dimana ditiap desa ada Bhabin dan Polisi RW, agar semuanya bekerja bersama-sama,” tuturnya.
“Sehingga fungsi dari duta anti perang sarung itu akan dibina, akan lakukan komunikasi untuk di desa masing-masing, supaya tidak terjadi lagi perang sarung,” pungkasnya.***
![]()