Saeful Bachri Soroti Tragedi Bunuh Diri di Kabupaten Bandung, Minta Pemerintah Aktifkan Deteksi Dini

Krismanto - 9 September 2025

TOP JABAR — Peristiwa tragis bunuh diri yang menimpa seorang ibu dan dua anaknya di Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, pada Jumat, 5 September 2025, menyita perhatian publik dan berbagai pihak.

Kasus yang diduga dipicu oleh himpitan ekonomi dan lilitan utang ini mendapat sorotan mendalam dari anggota DPRD Jawa Barat, khususnya fraksi Demokrat.

​Menanggapi tragedi tersebut, anggota DPRD Jawa Barat dari fraksi Demokrat, berpendapat bahwa kasus ini menjadi keprihatinan bersama dan seharusnya menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

​”Saya sangat prihatin. Kejadian seperti ini harus membuat kita tergerak untuk mencari tahu mengapa hal tersebut bisa terjadi,” ujarnya.

​Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah tekanan ekonomi yang tak tertahankan, yang kemudian mendorong seseorang untuk mengambil jalan pintas.

Ia menekankan perlunya langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

​Saeful Bachri menyoroti pentingnya peran deteksi dini di tingkat akar rumput. Ia yang juga mantan ketua RT, memahami betul dinamika warga dan perlunya pengawasan ketat.

​”Aparat kita, dari tingkat RT, RW, harus bisa mendeteksi pergerakan warga. Terutama bagi warga pendatang yang sering berpindah-pindah,” tuturnya.

“Kondisi ini membuat mereka lebih rentan dan sulit terdeteksi jika mengalami masalah,” tambahnya.

​Ia melanjutkan, aparat di lingkungan terkecil, seperti RT dan RW, serta kader-kader masyarakat, harus lebih intensif dalam membangun hubungan kekeluargaan dengan warga.

​”Warga harus merasa memiliki tempat untuk berbagi masalah. Jika tidak ada, mereka akan terisolasi dan bingung mencari solusi,” katanya.

​Salah satu caranya menurut Saeful Bachri adalah dengan mengaktifkan kembali pertemuan rutin warga, baik yang menetap maupun yang mengontrak.

Dengan begitu, setiap warga akan saling mengenal, peduli, dan bisa saling membantu jika ada masalah.

​Selain deteksi dini di lingkungan masyarakat, ia juga menyoroti peran pemerintah dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang terhimpit utang. Ia menyebut, lilitan utang pinjaman online (pinjol) menjadi salah satu faktor pemicu.

Saeful Bachri menekankan perlunya edukasi mengenai bahaya pinjol dan pentingnya penguatan keimanan.

​”Para tokoh agama harus terus didorong untuk memberikan pencerahan dan edukasi tentang keimanan dan ketakwaan, agar masyarakat tidak mudah mengambil jalan pintas saat menghadapi masalah,” jelasnya.

​Terkait program pemerintah, ia mengapresiasi program pinjaman Tanpa Bunga yang digagas oleh Bupati Bandung untuk melawan pinjol dan bank emok.

Namun, ia menyayangkan bahwa program tersebut belum sepenuhnya tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat.

​”Saya sering sampaikan program bagus ini saat reses, tapi masih banyak masyarakat yang belum tahu. Pemerintah harus lebih gencar menyosialisasikan program pinjaman dari BPR milik Pemda ini, karena ini adalah solusi alternatif bagi masyarakat,” tutupnya.**

Loading

TERKAIT:

POPULER: