Wujudkan Polri 4.0, Polresta Bandung Gelar Penelitian Tentang Strategi Pengembangan SDM
Krismanto - 1 April 2024

Breaking News:
Wakil Ketua DPR RI Puji Transformasi Lahan Desa Sukamenak: Bukti Nyata APBN Membangun dari Desa
Waspada Lonjakan Harga, Cucun Ahmad Syamsurijal Desak Pemkab Bandung Proaktif Kendalikan Inflasi
Grand Final Duta Pajak 2026 Kabupaten Bandung, Dorong Milenial Jadi Agen Edukasi Pajak Daerah
Kasus Emeralda Resort Memanas! Pengembang Akui Tuntutan Baru dari Konsumen
Janji Tinggal Janji, Ratusan Pembeli Perumahan Emeralda Resort Merasa Tertipu
Krismanto - 1 April 2024

TOP JABAR – Bertempat di Gedung Utama Polresta Bandung, telah dilaksanakan penelitian tentang strategi pengembangan SDM (Cyber Police).
Kegiatan penelitian tentang strategi pengembangan SDM (Cyber Police) dalam rangka mewujudkan Polri 4.0.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan kegiatan ini digelar sekaligus untuk menyampaikan masukan dan saran serta keluhannya.
“Tadi kami persilahkan rekan-rekan dari Polrestabes Bandung untuk memberikan masukan saran dan keluhannya kepada ketua tim Kombes Pol Frans Tjahyono, S.I.K., M.H. dari puslitbang dan tim, terkait penyelesaian permasalahan untuk kasus cyber,” kata Kusworo. Senin, 1 April 2024.
“Semoga keberadaan tim dari Puslitbang Polri ini dapat memberi manfaat kepada para anggota reserse baik Polrestabes Bandung maupun Polresta Bandung, untuk menunjang tugas kepolisian di kewilayahan,” sambungnya.
Ia menambahkan dari Puslitbang Polri akan melakukan kajian terkait penanganan tindak pidana IT dan cyber crime. Karena rencananya di Polda Jabar akan didirikan Direktorat Siber.
“Kenapa di Polda Jabar ini diusulkan untuk didirikan Direktorat Siber? Dikarenakan jumlah kejahatan Siber semakin meningkat dengan meningkatnya serangan Malware terhadap internet di Indonesia,” ujarnya.
“Serta dikarenakan kasus saat ini yang ditangani oleh Dit Tipidsiber Bareskrim Polri sudah Overload, dikarenakan banyaknya interaksi publik yang berhubungan dengan internet,” jelasnya.
Lanjutnya, terkait penanganan kasus siber, Ia menjelaskan jumlah personil yang mempunyai kemampuan sangat kurang, ditambah lagi kasus tentang siber itu selalu ada.
“Dari personil kami sendiri kurang mempunyai kemampuan, serta kami dalam penanganan kasus siber tersebut tidak memiliki alatnya dan yang lebih menghawatirkan, kami belum mengetahui alat-alat Siber itu seperti apa bentuknya,” ujar Kusworo.
“Maka dari itu, kami sangat mendukung program dari pusat untuk pembentukan satker Cyber ditingkat Polres, dengan situasi saat ini banyak masyarakat yang melaporkan terkait kasus siber,” pungkasnya.
![]()