Kasus Bayi Nyaris Hilang di RSHS Bandung Berujung Laporan Polisi

Roel - 17 April 2026

TOP JABAR, Kota Bandung – Kasus seorang ibu yang nyaris kehilangan bayinya akibat dugaan kelalaian di RSHS Bandung kini memasuki babak baru. Korban, Nina Saleha, resmi menempuh jalur hukum dengan melaporkan seorang perawat berinisial N ke Polda Jawa Barat.

Perawat tersebut dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 450 dan Pasal 452 KUHP terkait tindak pidana penculikan. Laporan telah teregister di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dengan nomor LP/B/684/4/2026/SPKT POLDA JABAR.

N dilaporkan karena diduga menyerahkan bayi milik Nina kepada orang yang tidak dikenal. Kuasa hukum Nina, Mira Widyawati, membenarkan laporan tersebut saat ditemui di Mapolda Jabar, Jumat (17/4/2026).

“Ibu Nina Saleha berniat membuat laporan polisi dengan terlapor suster N,” ujarnya.

Mira menjelaskan, langkah hukum ini diambil setelah pihaknya berkonsultasi dengan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Jabar.

Baca Juga :

YouTuber Resbob Dituntut 2,5 Tahun Penjara, Kasus Ujaran Kebencian ke Warga Sunda

“Kami sudah berkomunikasi dan direkomendasikan untuk segera membuat laporan polisi,” tambahnya.

Di sisi lain, Nina berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini. Ia juga mendesak agar rekaman CCTV rumah sakit dibuka secara transparan serta seluruh petugas yang berjaga saat kejadian diperiksa.

“Saya ingin semuanya dihadirkan, suster dan satpam, lalu lihat CCTV. Biar jelas kebenarannya,” tegas Nina.

Somasi Diabaikan

Langkah hukum ini ditempuh setelah somasi yang dilayangkan kepada manajemen RSHS Bandung pada 13 April 2026 tidak mendapat respons hingga batas waktu yang ditentukan. Meski pihak rumah sakit sempat menghubungi Nina setelah kasus ini viral di media sosial, mereka hanya menyampaikan permohonan maaf.

Baca Juga :

Kasus Bayi Tertukar, Keluarga Bantah Damai: Siap Tempur di Jalur Hukum

Peristiwa ini bermula pada Rabu, 8 April 2026. Saat itu, Nina tengah menunggu bayinya yang selesai dimandikan dan dipakaikan baju oleh pihak rumah sakit untuk dibawa pulang.

Di ruang tunggu, ia sempat berbincang dengan seorang wanita lain yang juga menunggu bayinya. Namun, wanita tersebut diminta menunggu lebih lama karena kondisi kesehatan anaknya.

Karena panggilan tak kunjung datang melewati jadwal, Nina sempat turun ke kantin. Namun, firasat buruk membuatnya segera kembali ke ruang tunggu, yang kemudian berujung pada insiden yang nyaris membuatnya kehilangan sang buah hati.* (red)

TERKAIT:

POPULER: