Presiden Jokowi Lantik Laksamana Yudo Margono jadi Panglima TNI Hari Ini
Admin - 19 Desember 2022

Breaking News:
Jalankan Instruksi Gubernur, Bapenda Kabupaten Bandung Pastikan Penghapusan Denda Pajak
Dorong UMKM Naik Kelas, Alfamart Gaungkan Inisiatif UMKM Tumbuh Bersama
Gelar Gerakan Pangan Murah di Polsek Majalaya, 10 Ton Beras Ludes Terjual
Disnaker Kabupaten Bandung Gelar Job Fair di Cangkuang, Tawarkan Ratusan Lowongan Kerja
Admin - 19 Desember 2022
TOP JABAR, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Panglima TNI hari ini, Senin, 19 Desember 2022.
Dilansir dari laman merdeka.com Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, sekitar pukul 11.30 Wib.
“Pukul 11.30 Pelantikan Panglima Tentara Nasional Indonesia,” demikian dikutip dari agenda Presiden Jokowi hari ini.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin membenarkan Laksamana Yudo Margono dilantik sebagai Panglima TNI hari ini.
“Iya,” kata Bey.
Laksamana Yudo Margono merupakan satu-satunya calon Panglima TNI yang dikirim Presiden Jokowi ke DPR pada September lalu. Dia kemudian menjalani uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test pada 2 Desember 2022.
Laksamana Yudo Margono mengatakan akan menjalankan sejumlah fokus prioritas usai dirinya disetujui oleh DPR RI dalam Rapat Paripurna untuk ditetapkan sebagai Panglima TNI.
Baca Juga :
Prioritas pertama adalah mengakselerasi sumber daya manusia (SDM). Dia menyebut SDM yang profesional merupakan hal utama yang dibutuhkan untuk memajukan institusinya.
“Karena tanpa itu semua, sulit akan mewujudkan itu. Jadi dengan SDM yang profesional tentunya kita akan melanjutkan tugas-tugas dan meningkatkan yang saya sampaikan tadi,” kata Yudo usai menghadiri Rapat Paripurna DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (13/12/2022).
Prioritas kedua, lanjut dia, ialah mendorong operasional TNI yang lebih cepat. Ia menyebut juga akan melaksanakan fungsi tugas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan).
“Yaitu merupakan efektivitas Kodam dalam melaksanakan tugas karena sudah dibagi dari wilayah satu, dua, tiga. Nanti akan kita berdayakan untuk mengendalikan operasi maupun melaksanakan latihan-latihan,” ujarnya.
Ia mengatakan tugas tanggung jawab tertinggi penuh memang dipegang oleh Panglima TNI, namun pendelegasian wewenang pelaksanaan sehari-hari nantinya oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) yang sifatnya operasi gabungan. Prioritas berikutnya, kata Yudo, ialah reformasi birokrasi yang merujuk pada kelembagaan yang bersih dan berwibawa.
“Saat ini harus clean government, itu menjadi tugas kita bersama bahwa kita ke depan harus bersih,” ucapnya.
Yudo menyebut prioritas terakhir ialah penjagaan di daerah-daerah yang kerawanannya tinggi baik di daerah perbatasan laut maupun darat, sebagaimana saran dari Komisi I DPR RI. Dia mencontohkan daerah-daerah dengan kerawanan tinggi yang dimaksud di antaranya Kabupaten Natuna, Provinsi Aceh, hingga wilayah Papua.
“Nantinya kita akan selalu padukan karena enggak bisa TNI bergerak sendiri, pasti harus bersamaan dengan Polri, dengan komponen masyarakat lainnya,” imbuhnya.
Selanjutnya, Yudo akan melanjutkan dan meningkatkan program baik yang sebelumnya diinisiasi oleh kepemimpinan Panglima TNI sebelumnya yakni Jenderal Andika Perkasa.***