Perusahaan Malaysia Resmi Kelola Kawasan Komersial Bandara Kertajati
Roel - 27 Maret 2022

Breaking News:
Wakil Ketua DPR RI Puji Transformasi Lahan Desa Sukamenak: Bukti Nyata APBN Membangun dari Desa
Waspada Lonjakan Harga, Cucun Ahmad Syamsurijal Desak Pemkab Bandung Proaktif Kendalikan Inflasi
Grand Final Duta Pajak 2026 Kabupaten Bandung, Dorong Milenial Jadi Agen Edukasi Pajak Daerah
Kasus Emeralda Resort Memanas! Pengembang Akui Tuntutan Baru dari Konsumen
Janji Tinggal Janji, Ratusan Pembeli Perumahan Emeralda Resort Merasa Tertipu
Roel - 27 Maret 2022

TOP JABAR, Majalengka – Perusahaan asal Malaysia, PT Manakib Rezeki (Manakib Realty) resmi ambil alih kawasan komersial bandara Aerocity Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.
Dengan demikian, PT Manakib Rezeki resmi mengakuisisi 51 persen saham PBAD yaitu perusahaan plat merah patungan antara BUMN dan BUMD.
Kawasan yang didesain sebagai kota Aerotropolis pertama di Indonesia itu memiliki fasilitas hotel taraf internasional, fasilitas haji dan umroh, rumah sakit internasional, apartement, residensial komersial, gedung perkantoran, bussines park, industri dan logistik area dengan total luas kawasan hingga 3.480 Ha.
“Investasi di Kawasan AeroCity Bandara Kertajati ini sangat menjanjikan. AeroCity Bandara Kertajati yang akan kami kelola ini adalah kawasan kota metropolitan aerotropolis pertama di Indonesia,” kata Hamzah usai penandatanganan conditional sell purchase agreement (CSPA) antara PT PPRO BIJB Aerocity Development (PBAD), PT Manakib Rezeki, PT PP Properti (PPRO) Tbk, dan PT BIJB Aerocity Development, di Jakarta, Sabtu (26/3/2022).
Baca Juga :
Penandatanganan dihadiri langsung oleh Menteri Ekonomi Malaysia YB Mr Dato’ Sri Mustapa Mohamed.
Untuk informasi, PT Manakib Rezeki adalah anak usaha dari perusahaan asal Malaysia, Senandung Seputih SDN BHD.
Direktur Utama PT Manakib Rezeki (Manakib Realty) Hamzah Muhammad Ali, optimistis keunggulan akses udara dan darat yang terintegrasi akan menjadikan kawasan AeroCity Bandara Kertajati sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.***
![]()