Penjabat Gubernur Jabar Hadiri Rakornas Pengelolaan Sampah 2024
Krismanto - 12 Desember 2024

Breaking News:
Peringati HUT ke-81 RI, Cucun Tegaskan Pentingnya Ideologi dan Nasionalisme di Kalangan Santri
Cucun Gelar Karnaval Budaya HUT RI ke-81 di Bandung, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Warisan Lokal
Ribuan Masyarakat Kabupaten Bandung Meriahkan Sepeda Santai Ceria di Solokanjeruk
Raih Satu Juta Jam Kerja Selamat, PLTP Patuha Unit 2 Torehkan Prestasi Sebelum Beroperasi
Cucun Ahmad Syamsurijal Dorong Tradisi Agustusan untuk Edukasi Nasionalisme Gen Alpha
Krismanto - 12 Desember 2024

TOP JABAR – Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah tahun 2024, yang digelar di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (12/12/2024).
Kehadiran Bey Machmudin dalam Rakornas ini merupakan bentuk dukungan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Apalagi Jabar sudah berkomitmen menyelesaikan persoalan sampah di wilayahnya sehingga dapat berkontribusi secara nasional.
Mengusung tema “Aksi Kolaborasi Nasional Penuntasan Pengelolaan Sampah” Rakornas ini dipimpin langsung Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Anif Faisal Nurofiq.
Di hadapan para gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia, Menteri Anif dalam arahannya menyampaikan, persoalan sampah kini menjadi tantangan besar dan memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Anif menyebut, pengelolaan sampah sudah menjadi isu global dan lokal yang sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan.
“Pemerintah pusat dan daerah wajib terus mendorong budaya pilah, pilih, dan guna ulang sampah agar terus hidup dan berkembang di masyarakat,” ujar Anif Faisal.
Anif mengungkapkan, berdasarkan data dari Global Waste Management Outlook 2024, masih terdapat 38 persen sampah global yang tidak terkelola dengan baik dan berkontribusi pada Triple Planetary Crisis.
“Apabila hal ini tidak diantisipasi akan timbul permasalahan lingkungan yang diakibatkan dari sampah yang tidak terkelola,” ucap Anif.
Sejumlah persoalan yang timbul akibat sampah tak terkelola antara lain, pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, permasalahan kesehatan, hingga menyebabkan permasalahan global.
Untuk itu melalui Rakornas Pengelolaan Sampah 2024 ini diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan.***
Sumber: Humas Jabar.
![]()