Digitalisasi Bursa Kerja, Samsung Gandeng Rumah Redy Luncurkan Tablet Khusus Pencari Kerja​

Krismanto - 30 Desember 2025

TOP JABAR – Transformasi digital dalam layanan publik kembali diperkuat melalui kolaborasi strategis antara sektor swasta dan pemerintah. Samsung, sebagai pemimpin teknologi global, resmi memberikan dukungannya dalam kegiatan Gerai Bursa Kerja (GBK) yang diinisiasi oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bandung.

Bandoro Chariesta, MX B2B Government & BUMN Manager Samsung, mengungkapkan bahwa kontribusi ini merupakan bentuk nyata peran perusahaan teknologi dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan layanan pemerintah.

​Fokus utama dari kolaborasi ini adalah penyediaan perangkat tablet yang dirancang khusus untuk memfasilitasi interaksi antara pencari kerja dan perusahaan. Berbeda dengan perangkat komersial biasa, tablet ini dilengkapi dengan sistem keamanan Samsung Knox.

​”Kami menyediakan tablet yang difungsikan untuk para pencari kerja dan perusahaan agar terintegrasi. Di dalamnya sudah dilengkapi fitur Samsung Knox sebagai Mobile Device Management,” ujar Chariesta saat ditemui usai menghadiri Forum Diskusi Group di Rumah Redy, Bandung. Selasa, 30 Desember 2025.

“Jadi, secara fungsi tablet ini dikunci hanya untuk keperluan mencari kerja dan input lowongan, tidak bisa digunakan untuk hiburan seperti YouTube dan lainnya,” sambungnya.

​Samsung menyediakan berbagai lini produk, mulai dari Galaxy A-Series hingga S-Series, yang disesuaikan dengan kebutuhan medan di lapangan. Untuk wilayah dengan kontur ekstrem atau rawan benturan, Samsung menyiapkan Rugged Series yang memiliki ketahanan lebih tinggi.

​Mengenai kendala jaringan di pelosok, Chariesta menjelaskan bahwa meski internet tetap menjadi kebutuhan utama, Samsung terus berinovasi.

“Untuk tipe S-Series, kami memiliki fitur Hybrid AI yang memungkinkan beberapa sistem diproses secara offline. Namun, secara umum perangkat ini tetap membutuhkan konektivitas untuk proses sinkronisasi data secara real-time,” jelasnya.

​Program yang bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ini menjadikan Kabupaten Bandung sebagai lokasi Piloting atau proyek percontohan pertama.

Rencananya, perangkat-perangkat ini akan didistribusikan ke delapan Kecamatan dan Mall Pelayanan Publik (MPP) di wilayah Kabupaten Bandung.

Chariesta berharap keberhasilan di Kabupaten Bandung ini dapat menjadi standar baru yang bisa diimplementasikan di wilayah lain.

“Mudah-mudahan ini berjalan lancar tanpa kendala, sehingga harapannya bisa ‘getuk tular’ atau diduplikasi oleh kabupaten dan kota lainnya di seluruh Indonesia,” tutupnya.**

Loading

TERKAIT:

POPULER: