Jaga Marwah Ideologis, Humairah Tekankan Soliditas Kader Perempuan dan Gen Z di Muscab PKB Kabupaten Bandung
Krismanto - 8 April 2026

Breaking News:
Target 16 Kursi DPRD, PKB Kabupaten Bandung Luncurkan Strategi “Turun ke Rakyat”
BNN Usulkan Pelarangan Vape di Indonesia Usai Temukan Kandungan Sabu
Gubernur Jabar Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno Hatta Terkait Pelayanan Pajak
Sespimti Dikreg ke-35 Sulap Rumah Bilik Pasutri Tukang Pijat di Lembang Jadi Permanen
Krismanto - 8 April 2026

TOP JABAR – Dinamika Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kabupaten Bandung tidak hanya menjadi ajang perebutan kursi kepemimpinan, tetapi juga momentum penguatan akar ideologi partai.
Anggota DPRD Jawa Barat Komisi V, Humairah Zahrotun Noor, menegaskan bahwa kemenangan elektoral harus berjalan selaras dengan etika politik dan kecintaan rakyat.
Dalam pernyataannya usai menghadiri Muscab, Humairah menyampaikan bahwa siapa pun figur yang terpilih memimpin DPC PKB Kabupaten Bandung ke depan memikul tanggung jawab besar.
Menurutnya, indikator keberhasilan bukan sekadar angka persentase suara, melainkan kemampuan menjaga soliditas kader agar tetap satu komando.
Politik Santun dan Khidmat kepada Ulama
Sebagai partai yang lahir dari rahim nahdliyin, Humairah mengingatkan bahwa PKB adalah partai ideologis.
Ia menekankan pentingnya pemimpin yang memahami nilai-nilai dasar perjuangan partai.
”Kita harus santun kepada ulama, santun kepada rakyat, dan tahu bagaimana cara memenangkan hati rakyat. Jangan sampai politik yang kita lakukan justru menjadi bumerang di masa depan,” ujar Humairah. Rabu, 8 April 2026.
Ia berharap kepemimpinan menuju tahun 2026 dan 2029 mampu membawa peluang strategis yang menempatkan PKB sebagai pilihan utama masyarakat Kabupaten Bandung.
Kekuatan Kader Perempuan: Melampaui 54 Persen
Salah satu poin menarik yang disoroti Humairah adalah dominasi kader perempuan di internal partai. Saat ini, keterwakilan perempuan di PKB Kabupaten Bandung hingga tingkat Jawa Barat telah mencapai angka signifikan, yakni sekitar 54 persen.
”Harapan saya, kader perempuan ini memiliki visi dan misi yang seragam. Kita ingin PKB bukan hanya menang di atas kertas, tapi benar-benar menjadi juara yang dicintai masyarakat karena kehadirannya dirasakan langsung,” tambahnya.
Estafet Generasi: Kolaborasi Senior dan Gen Z
Menjawab tantangan regenerasi, Humairah menjelaskan bahwa PKB telah memulai pemupukan kaderisasi dari tingkat bawah. Munculnya wajah-wajah baru di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) yang didominasi generasi milenial dan Gen Z menjadi angin segar sekaligus tantangan.
Ia menekankan pentingnya peran kader senior dalam melakukan transfer pengetahuan dan nilai-nilai sejarah partai kepada generasi muda.
”Kader muda jangan hanya fokus mencari suara tanpa memahami apa itu PKB, sejarahnya, dan mengapa partai ini berdiri. Peran senior sangat penting untuk menanamkan nilai ideologis tersebut agar tujuan kita kuat,” tegasnya.
Menuju Kemenangan 2029
Menutup narasinya, Humairah berpesan agar seluruh kader yang berambisi maju di tingkat DPRD Kabupaten, Provinsi, maupun RI, untuk meluruskan niat.
Ia ingin kader PKB hadir di tengah masyarakat bukan hanya saat musim kampanye, melainkan sebagai pelayan rakyat yang tulus.
”Kekurangan masa lalu harus diperbaiki, dan kelebihan yang ada harus ditingkatkan. Jika kita melayani dengan tulus, Insya Allah PKB akan menjadi pemenang tanpa menjadi bumerang di tahun 2029 nanti,” pungkasnya.**
![]()