Kasus Emeralda Resort Memanas! Pengembang Akui Tuntutan Baru dari Konsumen
Dedi Junaedi - 5 Mei 2026

Breaking News:
Kasus Emeralda Resort Memanas! Pengembang Akui Tuntutan Baru dari Konsumen
Janji Tinggal Janji, Ratusan Pembeli Perumahan Emeralda Resort Merasa Tertipu
Viral di Medsos, Bro Ron Jadi Korban Kekerasan saat Dampingi Buruh
BBM Kembali Naik, Pertamax Turbo Nyaris Rp20 Ribu per Liter!
Terbukti Lakukan Razia Ilegal, 5 Oknum Dishub Palembang Resmi Dipecat
Dedi Junaedi - 5 Mei 2026

TOP JABAR, Bandung Barat – Polemik dugaan penipuan Perumahan The Emeralda Resort di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, kian memanas. Setelah ratusan konsumen mengaku dirugikan, kini pihak pengembang akhirnya buka suara.
Melalui kuasa hukumnya, Robbi Prasetyo, pengembang mengakui adanya tuntutan baru dari para konsumen, yakni pengembalian dana hingga 100 persen. Tuntutan ini muncul di tengah mandeknya proyek yang sudah bertahun-tahun tak kunjung terealisasi.
“Kami sedang menjajaki skema pembayaran dan akan berkoordinasi dengan Komisi III dan Komisi IV,” ujar Robbi, Selasa (5/5/2026).
Namun, pengakuan mengejutkan muncul. Pihak pengembang mengklaim belum siap dengan tuntutan pengembalian dana karena sebelumnya fokus hanya pada kelanjutan pembangunan, bukan pengembalian uang konsumen.
“Ternyata ada permintaan pengembalian dana. Kami juga baru mengetahui itu,” katanya.
Kini, arah pembahasan berubah drastis. Fokus tak lagi soal pembangunan, melainkan bagaimana mengembalikan uang para konsumen yang telah lama menanti kejelasan.
Sementara itu, Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat turun tangan dengan menggelar mediasi antara pengembang dan para korban. Pertemuan yang digelar di kantor DPRD KBB itu menjadi titik terang awal, meski belum ada kepastian solusi.
Di sisi lain, fakta yang terungkap makin mencengangkan. Para konsumen mengaku telah menyetor uang mulai dari DP, cicilan, hingga pelunasan, namun rumah yang dijanjikan tak kunjung berdiri.
Baca Juga :
Janji Tinggal Janji, Ratusan Pembeli Perumahan Emeralda Resort Merasa Tertipu
Kasus ini pun viral di media sosial. Para korban bahkan membentuk komunitas khusus untuk mengumpulkan data dan memperjuangkan hak mereka.
Dari hasil pendataan sementara, sedikitnya 106 konsumen telah menyetorkan dana dengan total mencapai sekitar Rp68 miliar.
Janji manis hunian impian kini berubah jadi mimpi buruk dan ratusan juta hingga miliaran rupiah melayang, sementara bangunan yang dijanjikan tak kunjung terlihat wujudnya.* (red/gala media)
![]()