Tegur Maling Motor, Brigadir Arya Tewas Ditembak dari Jarak Dekat
Dedi Junaedi - 9 Mei 2026

Breaking News:
Tegur Maling Motor, Brigadir Arya Tewas Ditembak dari Jarak Dekat
Wakil Ketua DPR RI Puji Transformasi Lahan Desa Sukamenak: Bukti Nyata APBN Membangun dari Desa
Waspada Lonjakan Harga, Cucun Ahmad Syamsurijal Desak Pemkab Bandung Proaktif Kendalikan Inflasi
Grand Final Duta Pajak 2026 Kabupaten Bandung, Dorong Milenial Jadi Agen Edukasi Pajak Daerah
Dedi Junaedi - 9 Mei 2026

TOP JABAR, Bandar Lampung – Kepolisian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara. Dalam perspektif nasional, tugas polisi tidak hanya menindak pelaku kejahatan, tetapi juga menjaga ketertiban masyarakat, melindungi hak warga negara, hingga mendukung pembangunan nasional.
Institusi kepolisian menjadi salah satu pilar utama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan tertib. Tak jarang, dalam menjalankan tugasnya, anggota polisi harus mempertaruhkan nyawa.
Hal itulah yang dialami Brigadir Arya Supena (32), anggota Polda Lampung yang tewas ditembak saat menegur pelaku pencurian sepeda motor. Korban ditembak dari jarak dekat oleh pelaku di Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026).
Brigadir Arya diketahui merupakan anggota Intelijen Keamanan Negara (Kamneg) Polda Lampung. Fungsi intelijen di kepolisian bertugas sebagai “mata dan telinga” institusi dalam mendeteksi dini berbagai ancaman keamanan.
Personel intel biasanya bertugas mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan informasi untuk kepentingan pengamanan dan penyelidikan. Dalam menjalankan tugasnya, mereka kerap bekerja tanpa seragam atau menyamar demi menjaga stabilitas keamanan.
Baca Juga :
Terbukti Lakukan Razia Ilegal, 5 Oknum Dishub Palembang Resmi Dipecat
Saat peristiwa tragis itu terjadi, Brigadir Arya diketahui tidak mengenakan seragam dinas, melainkan pakaian preman karena tengah menjalankan tugas intelijen.
Pangkat Brigadir yang disandang korban merupakan salah satu jenjang kepangkatan Bintara di Kepolisian Republik Indonesia (Polri), berada di atas Brigadir Polisi Satu (Briptu) dan di bawah Brigadir Polisi Kepala (Bripka). Tanda pangkatnya berupa tiga balok panah berwarna perak.
Brigadir Arya tercatat sebagai warga Jalan Mata Intan, Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung. Ia meninggalkan seorang istri bernama Jovita dan dua orang anak.
Kepergian Brigadir Arya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, terutama sang istri. Jovita tak kuasa menahan tangis saat keluar dari kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara, Sabtu siang.
Di mata keluarga, Brigadir Arya dikenal sebagai sosok yang baik dan bertanggung jawab.
“Dia orang baik,” ujar Jovita singkat sambil berlalu menuju ruang tunggu RS Bhayangkara.
Sementara itu, Polda Lampung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penembakan Brigadir Arya. Olah TKP dilakukan di depan Toko Yussy Akmal, dengan area parkir yang telah dipasangi garis polisi.
Tim Inafis Polresta Bandar Lampung tampak menyisir setiap sudut lokasi untuk mengumpulkan barang bukti, termasuk mencari proyektil peluru dan senjata milik korban yang dikabarkan hilang.
Di dalam area steril, masih terparkir sepeda motor Honda Beat Street bernomor polisi BG 6138 ACY milik Brigadir Arya. Di sampingnya terdapat dua unit Honda Beat warna hijau dan hitam yang diduga menjadi target pencurian sebelum korban menegur pelaku.
Hingga kini, polisi masih mendalami kronologi lengkap penembakan yang menewaskan Brigadir Arya Supena tersebut.* (TJ/Tribunnews)
![]()