PKB Gelar Mujahadah dan Tirakat Politik, Amalkan Istighotsah Hadlratus Syaikh Hasyim ‘Asy’ari
Krismanto - 23 Agustus 2026

Breaking News:
Rumah Aspirasi Kang Cucun Wakafkan Sumur Bor untuk Warga Paseh yang Kesulitan Air Bersih
PKB Gelar Mujahadah dan Tirakat Politik, Amalkan Istighotsah Hadlratus Syaikh Hasyim ‘Asy’ari
Peringati HUT ke-81 RI, Cucun Tegaskan Pentingnya Ideologi dan Nasionalisme di Kalangan Santri
Cucun Gelar Karnaval Budaya HUT RI ke-81 di Bandung, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Warisan Lokal
Ribuan Masyarakat Kabupaten Bandung Meriahkan Sepeda Santai Ceria di Solokanjeruk
Krismanto - 23 Agustus 2026

TOP JABAR — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung menggelar Mujahadah dan Tirakat Politik bersama jajaran pengurus, kader, dan simpatisan di Kantor DPC PKB Kabupaten Bandung, Sabtu (23/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut digelar sebagai ikhtiar lahir dan batin untuk memohon petunjuk, kekuatan, serta keberkahan dari Allah SWT, khususnya menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Para peserta mengikuti rangkaian doa bersama dengan penuh khidmat, seraya berharap seluruh rangkaian Muktamar NU dapat berjalan lancar dan mendapat ijabah dari Allah SWT.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengamalkan Istighotsah Hadlratus Syaikh Hasyim ‘Asy’ari, yang merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU sekaligus ulama yang menjadi rujukan penting dalam nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan perjuangan PKB.
Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung, Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.I.P., M.Si., menyampaikan bahwa tirakat politik tidak semata-mata dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai ikhtiar untuk membangun kejernihan berpikir, keteguhan hati, dan kebijaksanaan dalam menjalankan perjuangan politik.
“Melalui mujahadah dan istighotsah ini, kami memohon kepada Allah SWT agar kader-kader PKB senantiasa istiqamah memperjuangkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, mengabdi kepada rakyat, serta menjunjung tinggi politik yang santun, beradab, dan berpihak kepada kaum dhuafa,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi tirakat yang telah dipraktikkan para ulama dan pendahulu. Menurutnya, setiap ikhtiar manusia harus tetap disertai keyakinan bahwa keberhasilan pada akhirnya merupakan kehendak dan pertolongan Allah SWT.
Pesan tersebut disampaikan dengan mengutip bait dari kitab Alfiyah Ibnu Malik:
وَلَا يَجُوزُ الِابْتِدَا بِالنَّكِرَهْ
مَا لَمْ تُفِدْ كَعِنْدَ زَيْدٍ نَمِرَهْ
Kutipan tersebut dimaknai sebagai pengingat agar setiap langkah perjuangan memiliki arah dan tujuan yang jelas.
Dalam konteks tirakat politik, para kader diajak untuk tidak meninggalkan ikhtiar spiritual serta senantiasa memohon petunjuk kepada Allah SWT.
Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan pembacaan tahlil, mujahadah, shalawat, dan dilanjutkan dengan Istighotsah Mbah Hasyim Asy’ari yang dipimpin Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Bandung, KH Wawan Sofwan.
Ratusan kader dari berbagai kecamatan hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kekhidmatan.
Dalam doa bersama tersebut, para peserta juga memanjatkan Shalawat Asyghil, seraya memohon agar seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Muktamar NU ke-35 diberikan ketenangan, kejernihan hati, serta dijauhkan dari berbagai godaan dan hal-hal yang dapat memecah persatuan.
Para kader berharap Muktamar NU ke-35 dapat menjadi momentum untuk memperkuat NU sebagai jam’iyyah yang mampu menjaga persatuan umat sekaligus memperkokoh persatuan bangsa.
Selain menjadi momentum spiritual, kegiatan Mujahadah dan Tirakat Politik juga menjadi sarana konsolidasi serta penguatan nilai-nilai perjuangan bagi jajaran pengurus, mulai dari DPC, DPAC hingga tingkat ranting.
PKB menegaskan komitmennya untuk terus membawa semangat persatuan serta mengutamakan kepentingan umat dan bangsa. Kekuatan politik, menurut para pengurus, harus berjalan beriringan dengan kekuatan moral dan spiritual.
“Kami ingin kader PKB tidak hanya kuat secara elektoral, tetapi juga kuat secara spiritual. Karena politik tanpa ruh akan melahirkan kekuasaan yang zalim,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, DPC PKB Kabupaten Bandung berharap seluruh kader mampu menjaga istiqamah, memperkuat pengabdian kepada masyarakat, serta menjadikan politik sebagai sarana perjuangan untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.**
![]()