Job Fair Majalaya Sediakan Ratusan Lowongan, Kemenaker Apresiasi Inovasi Gerai Bursa Kerja Kabupaten Bandung

Krismanto - 30 Oktober 2026

TOP JABAR – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bandung kembali menggelar kegiatan Job Fair sebagai upaya memperluas kesempatan kerja dan memfasilitasi masyarakat dalam memperoleh pekerjaan. Kali ini, kegiatan tersebut diselenggarakan di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jumat (30/10/2026).

Dalam kegiatan Job Fair tersebut, Disnaker Kabupaten Bandung menghadirkan ratusan lowongan pekerjaan dari sembilan perusahaan yang bergerak di berbagai sektor bidang usaha.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kualifikasi dan kompetensi.

Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, R. Nurhidajat, S.E., M.Ec.Dev., yang turut hadir meninjau pelaksanaan kegiatan, mengapresiasi penyelenggaraan Job Fair yang secara konsisten dilakukan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Menurutnya, terdapat hal menarik dari program ketenagakerjaan Kabupaten Bandung, yakni adanya rencana pengembangan layanan bursa kerja hingga ke tingkat kecamatan melalui program Gerai Bursa Kerja (GBK).

Ia menilai, keberadaan gerai tersebut dapat menjadi sarana strategis untuk memperluas penyebarluasan informasi pasar kerja sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.

“Yang khas dari Kabupaten Bandung ini adalah adanya rencana pelayanan bursa kerja sampai ke kecamatan. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menitipkan berbagai informasi pasar kerja agar bisa disebarluaskan dan dimanfaatkan masyarakat,” ungkap Nurhidajat.

Ia menjelaskan, Kementerian Ketenagakerjaan memiliki berbagai sumber informasi lowongan pekerjaan yang dihimpun dari beragam perusahaan, termasuk melalui platform pencarian kerja swasta.

Informasi tersebut dapat diakses masyarakat melalui portal resmi Kementerian Ketenagakerjaan, di antaranya Karirhub pada laman karirhub.kemnaker.go.id.

Melalui platform tersebut, pencari kerja dapat mencari dan menyaring informasi lowongan berdasarkan wilayah, jenis pekerjaan, hingga kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

Lebih lanjut, Nurhidajat mengingatkan bahwa para pencari kerja perlu memahami kebutuhan dunia industri dan menyesuaikan kemampuan atau keterampilan yang dimiliki dengan persyaratan lowongan pekerjaan.

Menurutnya, salah satu persoalan yang masih sering ditemukan dalam proses rekrutmen adalah ketidaksesuaian atau mismatch antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan.

Tidak sedikit perusahaan yang telah membuka lowongan, tetapi pelamar yang datang belum memenuhi kualifikasi yang diharapkan.

Oleh karena itu, keberadaan petugas pengantar kerja di tingkat kecamatan dinilai penting untuk memberikan layanan konsultasi, bimbingan karier, serta membantu mencocokkan kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan atau job matching.

Dengan pendampingan tersebut, masyarakat dapat mengetahui kekurangan keterampilan yang perlu ditingkatkan, sekaligus diarahkan mengikuti pelatihan kerja yang relevan, termasuk program tailor-made training yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

“Jadi, pencari kerja tidak hanya mencari perusahaan yang cocok dengan dirinya, tetapi juga harus mempersiapkan dan menyesuaikan kompetensinya dengan lowongan yang tersedia,” tuturnya.

“Di sinilah pentingnya peran petugas pengantar kerja untuk memberikan konseling dan membantu proses pencocokan pekerjaan,” jelasnya.

Selain penguatan layanan informasi pasar kerja, Nurhidajat juga menjelaskan mengenai program Magang Nasional yang ditujukan untuk membantu mengatasi kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Program tersebut memberikan kesempatan kepada para lulusan baru atau fresh graduate untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di lingkungan perusahaan.

Melalui kegiatan magang, peserta dapat mengembangkan keterampilan, memahami budaya kerja, serta mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan.

Menariknya, peserta juga berkesempatan mengikuti proses sertifikasi kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang difasilitasi pemerintah tanpa dipungut biaya, sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

Dengan demikian, pengalaman magang yang dilengkapi pembimbingan, pencatatan aktivitas kerja melalui logbook, serta sertifikasi kompetensi dapat menjadi nilai tambah bagi lulusan baru ketika memasuki dunia kerja.

Melalui penyelenggaraan Job Fair dan pengembangan Gerai Bursa Kerja hingga tingkat kecamatan, diharapkan akses informasi lowongan pekerjaan semakin mudah dijangkau masyarakat.

Upaya tersebut sekaligus diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kompetensi tenaga kerja secara lebih tepat, mengurangi kesenjangan keterampilan, serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Bandung.**

Loading

TERKAIT:

POPULER: