Kasespimen Sespim Lemdiklat Polri Serahkan Tiga Buku Hasil Karyanya, Salah Satunya Diberikan Kepada AHY

Krismanto - 27 Oktober 2026

TOP JABAR – Sespim Lemdiklat Polri menyelenggarakan kegiatan Dialog Kebangsaan bagi peserta didik Sespimti Polri Dikreg ke-36, Sespimmen Polri Dikreg ke-67, Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian (SPPK) Angkatan ke-4, dan Sespimma Polri Angkatan ke-76 Tahun Anggaran 2026, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Utaryo Suryawinata, Sespim Lemdiklat Polri, Lembang, Jawa Barat, menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai narasumber.

Dialog ini mengangkat pentingnya sinergi dan tata kelola lintas kementerian/lembaga serta pemerintah daerah dalam mendukung kedaulatan pangan, energi, dan air, sekaligus memperkuat perekonomian nasional yang produktif dan inklusif.

Kegiatan tersebut menjadi sarana pembekalan strategis bagi para peserta didik untuk memperluas wawasan mengenai tantangan pembangunan nasional, memperkuat koordinasi antarlembaga, serta meningkatkan kapasitas kepemimpinan dalam mengimplementasikan kebijakan pemerintah secara efektif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sespim, serta sambutan Kepala Sespim Lemdiklat Polri. Selanjutnya, Menko AHY menyampaikan materi mengenai strategi pembangunan infrastruktur dan kewilayahan dalam mendukung prioritas pembangunan nasional.

Dalam pemaparannya, sejumlah pokok bahasan yang diangkat meliputi penguatan infrastruktur dan konektivitas wilayah untuk mendukung kedaulatan pangan, energi, dan air; integrasi perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan, serta evaluasi program lintas sektor; dan peningkatan produktivitas ekonomi serta pemerataan pembangunan.

Selain itu, dialog menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam membangun perekonomian yang berdaya saing dan inklusif.

Para peserta didik juga dibekali pemahaman mengenai tantangan pembangunan, ketimpangan antarwilayah, serta dinamika global yang berdampak terhadap ketahanan pangan dan energi nasional.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kepala Sespimmen Sespim Lemdiklat Polri, KBP M. Hidayat B, S.H., S.I.K., M.H., menyerahkan tiga buku karyanya Bersama 2 (dua) juara Kompolnas Award yaitu IJP Sabilul Alif, SiK, MSi dan BJP Victor Togi Tambunan, SiK kepada Menko AHY. Ketiga buku tersebut berjudul 730 Mengabdi, 7342 Mengawal 115 Pulau, dan PAMOBVIT: Spirit Merah Putih Pengaman Objek Vital Negeri.

Penyerahan buku tersebut menjadi simbol penguatan sinergitas antara Polri dan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia.

Ketiga karya itu merepresentasikan pengalaman pengabdian, pelaksanaan tugas kepolisian, pengamanan wilayah, serta kontribusi Polri dalam menjaga keamanan dan melindungi objek vital strategis nasional.

Momentum penyerahan buku tersebut juga mencerminkan semangat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antarlembaga dalam mendukung keberhasilan program prioritas Presiden Republik Indonesia.

Sinergi Polri dan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor, menjaga stabilitas keamanan, serta menciptakan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan nasional.

Kegiatan Dialog Kebangsaan ini diikuti oleh peserta didik dari empat program pendidikan, yakni Sespimti Polri Dikreg ke-36, Sespimmen Polri Dikreg ke-67, SPPK Angkatan ke-4, dan Sespimma Polri Angkatan ke-76. Berdasarkan rincian dalam TOR, jumlah peserta perlu dikonfirmasi kembali karena total yang disebutkan sebanyak 416 orang, sedangkan penjumlahan setiap kelompok menghasilkan 445 orang.

Melalui sesi dialog interaktif dan tanya jawab, para peserta memperoleh kesempatan untuk mendalami materi serta bertukar gagasan mengenai strategi koordinasi lintas sektor, integrasi kebijakan, dan peran kepemimpinan dalam memastikan program pembangunan nasional terlaksana secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pelaksanaan Dialog Kebangsaan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan wawasan kebangsaan dan kepemimpinan strategis bagi calon pemimpin Polri.

Pemahaman yang komprehensif mengenai arah pembangunan nasional diharapkan mampu membentuk pemimpin yang berpikir kolaboratif, adaptif, dan responsif terhadap dinamika lingkungan strategis.

Melalui kegiatan ini, Sespim Lemdiklat Polri menegaskan pentingnya sinergitas lintas lembaga dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Kolaborasi antara Polri dan seluruh pemangku kepentingan menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga stabilitas keamanan, mendukung program prioritas pemerintah, serta mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Keberhasilan penyelenggaraan Dialog Kebangsaan ini tidak terlepas dari dukungan, koordinasi, dan kerja sama seluruh tim yang terlibat.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim Pokja Dialog Kebangsaan, Brigjen Pol. Nicolas Ary Lilipaly, S.I.K., M.H., M.Si., dengan Ketua Panitia Pelaksana KBP Tommy Bambang Irawan, S.I.K., M.H., yang mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan agar berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Dukungan dan kontribusi aktif juga diberikan oleh para Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67, khususnya melalui Seksi Acara yang diketuai oleh Kasenat Serdik Sespimmen, Yefta Ruben Hasian Aruan, S.I.K., M.T.

Kolaborasi antara tim Pokja, panitia pelaksana, dan para peserta didik tersebut menjadi wujud nyata semangat kebersamaan, soliditas, serta tanggung jawab dalam menyukseskan kegiatan Dialog Kebangsaan di Sespim Lemdiklat Polri.

Sinergi seluruh unsur tersebut mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan kolaboratif yang menjadi bagian penting dalam proses pendidikan dan pembentukan calon pemimpin Polri.

Melalui kerja sama yang terkoordinasi, kegiatan dapat terlaksana dengan sukses serta memberikan manfaat bagi penguatan wawasan kebangsaan, peningkatan kapasitas kepemimpinan, dan pemahaman strategis para peserta didik terhadap pembangunan nasional.**

Loading

TERKAIT:

POPULER: