Rajiv Tegaskan Komitmen Terus Bersama Rakyat, Sudah Jangkau 555 Titik di Kabupaten Bandung dan KBB
Krismanto - 31 Oktober 2026

Breaking News:
Kepergok Curi Ayam Bangkok, Terduga Pelaku Diduga Aniaya Warga hingga Meninggal Dunia
Rajiv Tegaskan Komitmen Terus Bersama Rakyat, Sudah Jangkau 555 Titik di Kabupaten Bandung dan KBB
Job Fair Majalaya Disambut Antusias, Pencari Kerja Tak Perlu Repot Bawa Surat Lamaran
Kurang dari 1×24 Jam, Polresta Bandung Tangkap Tiga Pelaku Pengeroyokan Berdarah di Gapura Soreang
Dikendalikan dari Dalam Lapas, Jaringan Peredaran 12 Kg Ganja Dibongkar Polresta Bandung
Krismanto - 31 Oktober 2026

TOP JABAR – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv, kembali menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Kali ini, legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat II yang meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat itu menggelar kegiatan jalan bersama masyarakat di kawasan SOR Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Kegiatan yang diikuti masyarakat dan relawan tersebut bukan sekadar ajang olahraga bersama, melainkan menjadi momentum konsolidasi politik, mempererat silaturahmi, sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Partai NasDem.
Rajiv menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmennya untuk menjaga hubungan dengan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya sebagai wakil rakyat di Senayan.
Menurutnya, politik tidak boleh dimaknai hanya sebagai aktivitas lima tahunan yang ramai menjelang pemilihan umum, kemudian menghilang setelah kekuasaan diraih.
“Ini momentum yang tepat bagi saya untuk kembali melakukan konsolidasi dan mempererat silaturahmi. Ini juga bentuk komitmen saya kepada masyarakat saat kampanye,” ujar Rajiv.
“Saya berjanji akan selalu ada bersama mereka, tidak akan pernah melupakan mereka, dan akan terus bersama rakyat,” sambungnya.
Politikus muda Partai NasDem itu mengingatkan kembali janjinya kepada masyarakat saat berkampanye. Ia bahkan secara terbuka menyatakan tidak pantas dipilih kembali apabila melupakan rakyat yang telah memperjuangkannya.
“Dulu saat kampanye saya bilang, kalau saya lupa kepada masyarakat, tidak usah pilih saya lagi,” jelasnya.
“Karena bagi saya, kerja politik bukan pekerjaan jangka pendek, tetapi kerja jangka panjang. Tidak bisa hanya turun ketika mau kampanye saja,” tegasnya.
Rajiv mengungkapkan, sejak menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI, dirinya terus melakukan kunjungan dan menyerap aspirasi masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.
Bahkan, hingga saat ini, ia mengaku telah menjangkau sedikitnya 555 titik kegiatan dan pertemuan bersama masyarakat.
Jumlah tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa komunikasi antara wakil rakyat dan konstituennya harus terus dipelihara, bukan hanya ketika membutuhkan dukungan politik.
“Saya sudah turun ke 555 titik. Ini menjadi momentum yang tepat untuk kembali mengonsolidasikan kekuatan dan mempererat hubungan dengan masyarakat,” ujar Rajiv.
“Jadi, bukan hanya berjalan bersama rakyat, tetapi ke depan kita harus berlari bersama rakyat,” ungkapnya.
Rajiv juga mengaku antusias melihat kehadiran masyarakat dalam kegiatan jalan bersama tersebut. Partisipasi warga dinilainya melampaui perkiraan awal.
Baginya, antusiasme masyarakat menjadi energi sekaligus tanggung jawab moral untuk terus memperjuangkan aspirasi warga Jawa Barat II di tingkat nasional.
Dalam kesempatan itu, Rajiv tidak menampik masih banyak persoalan yang disampaikan masyarakat selama dirinya melakukan kunjungan ke berbagai wilayah.
Salah satu persoalan yang belakangan banyak dikeluhkan adalah terkait pengelompokan desil kesejahteraan masyarakat yang berkaitan dengan pendataan dan penentuan sasaran program bantuan sosial.
Selain persoalan tersebut, aspirasi dari kalangan petani juga menjadi perhatian serius Rajiv, terutama menyangkut kebutuhan infrastruktur pertanian dan dukungan terhadap peningkatan produktivitas.
Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, pangan, kehutanan, kelautan, dan perikanan, Rajiv menyatakan terus berupaya memperjuangkan kebutuhan para petani melalui kewenangan dan kemitraan kerja komisinya.
“Keluhan masyarakat itu satu per satu kita upayakan penyelesaiannya. Memang tidak bisa semuanya sekaligus. Tetapi pelan-pelan saya usahakan, sebelum periode berikutnya, paling tidak saya bisa mengurangi beban masyarakat dengan kemampuan yang saya miliki,” katanya.
Terkait sektor pertanian, Rajiv menyoroti pentingnya pembangunan dan peningkatan jalan usaha tani untuk memperlancar mobilitas petani, termasuk dalam mengangkut sarana produksi dan hasil panen.
Menurutnya, dukungan terhadap infrastruktur pertanian menjadi semakin penting di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang turut memengaruhi kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai berbagai kebutuhan pembangunan.
“Yang paling banyak dikeluhkan belakangan ini salah satunya soal desil. Kemudian persoalan para petani. Kalau untuk pertanian, itu memang menjadi bidang kerja komisi saya,” jelas Rajiv.
“Jalan usaha tani kita bantu, kebutuhan petani kita perjuangkan. Apalagi sekarang ada efisiensi anggaran di mana-mana, sehingga kemampuan pemerintah kabupaten juga terbatas,” lanjutnya.
Ia menegaskan, berbagai aspirasi yang diterima tidak cukup hanya dicatat atau dijadikan bahan pembicaraan, tetapi harus diperjuangkan secara bertahap melalui program yang memungkinkan untuk direalisasikan.
Di sisi lain, Rajiv menilai peringatan Sumpah Pemuda dan menyambut HUT ke-15 Partai NasDem merupakan momentum penting untuk memperkuat peran generasi muda dalam kehidupan politik.
Sebagai politikus muda, ia ingin menunjukkan bahwa anak muda tidak hanya mampu tampil dalam kontestasi politik, tetapi juga harus membuktikan keberpihakan dan kerja nyata kepada masyarakat.
“Kegiatan ini bagian dari menyambut HUT Partai NasDem sekaligus memperingati Sumpah Pemuda. Karena saya anak muda, saya ingin menunjukkan bahwa di Jawa Barat II masih ada anak muda bernama Rajiv yang terus hadir bersama rakyat,” tandasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Rajiv berharap hubungan antara relawan, masyarakat, dan wakil rakyat semakin solid. Ia juga menegaskan bahwa kepercayaan politik harus dijaga melalui kehadiran, komunikasi, serta upaya nyata memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
Bagi Rajiv, keberhasilan seorang wakil rakyat tidak cukup diukur dari kemenangan dalam pemilu, tetapi juga dari konsistensinya menjaga amanah dan memperjuangkan aspirasi masyarakat sepanjang masa jabatan.***
![]()