Kelurahan Samoja Perkuat Sistem Keamanan Lingkungan Lewat Inovasi PROJALIN
Dedi Junaedi - 2 Juli 2026

Dedi Junaedi - 2 Juli 2026

TOP JABAR, KOTA BANDUNG – Kelurahan Samoja, Kecamatan Batununggal, menghadirkan inovasi PROJALIN (Protokol Jaga Linmas) sebagai upaya memperkuat ketenteraman dan ketertiban umum di lingkungan masyarakat. Program ini dikembangkan untuk mengoptimalkan fungsi pengawasan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) melalui sistem digital yang diterapkan di 11 RW.
Inovasi tersebut menjadi jawaban atas tantangan pengawasan Satkamling yang selama ini masih mengandalkan sistem pelaporan manual, sehingga proses verifikasi kehadiran petugas di lapangan belum berjalan optimal. Melalui PROJALIN, setiap pos ronda dilengkapi checkpoint berbasis QR Code yang memungkinkan aktivitas petugas terdokumentasi secara lebih akurat, transparan, dan akuntabel.
Data hasil pemindaian QR Code dapat dipantau secara real-time oleh pemerintah kelurahan bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Informasi tersebut kemudian diolah menjadi heatmap atau peta kerawanan wilayah yang menjadi dasar analisis dalam menentukan langkah-langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Penggagas PROJALIN yang juga Kasi Pemerintahan Kelurahan Samoja, Prabu Aditia Wisata, S.I.P., mengatakan inovasi tersebut lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan sistem pengawasan keamanan lingkungan yang lebih efektif, terukur, dan adaptif melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Selama ini pelaporan kegiatan Satkamling masih dilakukan secara manual sehingga menyulitkan proses monitoring dan evaluasi. Melalui PROJALIN, kami menghadirkan sistem berbasis QR Code yang memungkinkan aktivitas petugas Linmas dipantau secara real-time. Data yang terkumpul tidak hanya menjadi bukti kehadiran petugas, tetapi juga diolah menjadi peta kerawanan wilayah sebagai dasar penyusunan langkah-langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Prabu.
Baca Juga :
Menurutnya, PROJALIN merupakan bentuk transformasi pelayanan publik di bidang keamanan lingkungan yang tidak hanya mengedepankan digitalisasi, tetapi juga memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis data.
“Kami ingin memastikan pengawasan Linmas berjalan lebih efektif sehingga setiap potensi gangguan dapat diantisipasi lebih cepat. Harapannya, inovasi ini mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman,” katanya.
Prabu menambahkan, inovasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Kelurahan Samoja dalam mendukung terwujudnya visi Bandung UTAMA (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, Agamis).
Dari aspek Unggul dan Maju, PROJALIN mendorong transformasi digital dalam tata kelola keamanan lingkungan sehingga pelayanan publik di tingkat kelurahan menjadi lebih modern, efektif, dan efisien.
Sementara pada aspek Terbuka dan Amanah, sistem pelaporan berbasis digital menghadirkan transparansi kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap aparat kewilayahan.
Sedangkan pada aspek Aman, optimalisasi pengawasan terhadap aktivitas Linmas diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih kondusif, meningkatkan kesiapsiagaan warga, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Ke depan, PROJALIN tidak hanya difokuskan pada digitalisasi sistem pelaporan, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga ketenteraman lingkungan. Dengan sistem pengawasan yang lebih terukur dan berbasis data, Kelurahan Samoja optimistis mampu meningkatkan efektivitas pengamanan wilayah sekaligus menekan potensi gangguan ketertiban.
Ia berharap PROJALIN tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Kelurahan Samoja, tetapi juga dapat menjadi model penerapan inovasi digital dalam pengelolaan keamanan lingkungan di wilayah lain di Kota Bandung. Melalui inovasi tersebut, Kelurahan Samoja berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan Kota Bandung yang aman, modern, adaptif, dan berdaya saing.* (red)