Gempa Turki Tewaskan Lebih dari 300 Orang
Roel - 6 Februari 2023

Breaking News:
Ali Syakieb Pilih Bekerja Senyap: Santuni Warga dan Beri Semangat Anak Panti Asuhan
Bio Farma Salurkan Bantuan Logistik dan Vaksinasi Tetanus untuk Korban Longsor Cisarua
BRI Salurkan Bantuan Lanjutan TJSL Tanggap Darurat Bencana untuk Penyintas Longsor Cisarua
Publik Kaget! Pola Makan Warga Kota Disebut Menteri LH Sebabkan Longsor Bandung Barat
Roel - 6 Februari 2023

TOP JABAR, Jakarta – Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) mengatakan, sedikitnya 76 orang tewas dan 440 lainya terluka akibat gempa magnitudo 7,4 yang menggoyang negara itu pada Senin (6/2/2023), pukul 4.17 waktu setempat.
Gempa berpusat di Distrik Pazarcik di Provinsi Kahramanmaras pada kedalaman 7 kilometer.
Informasi awal menyebutkan, 76 orang tewas di Provinsi Kahramanmaras, Gaziantep, Sanliurfa, Diyarbakir, Adana, Adiyaman, dan Malatya. Sementara 440 lainnya terluka di Provinsi Kahramanmaras, Gaziantep, Sanliurfa, Diyarbakir, Adana, Adiyaman, Malatya, Osmaniye, Hatay, dan Kilis.
Gempa turki terasa hingga sejumlah negara tetangga termasuk Lebanon dan Suriah.
“Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan, AFAD, gubernur, dan seluruh institusi lainnya memulai pekerjaan mereka dengan segera. Kita harapkan kita dapat melewati bencana ini bersama-sama secepat mungkin dan dengan kerusakan yang paling sedikit,” ujar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan seperti dikutip dari Anadolu.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu menuturkan bahwa terdapat enam gempa dengan magnitudo di atas 6 pada Senin pagi. Soylu menambahkan bahwa pemerintah mengeluarkan peringatan level 4, yang mencakup seruan untuk bantuan internasional.
Baca Juga :
“Setelah diskusi dengan Kementerian Luar Negeri, bantuan internasional dibutuhkan untuk pencarian dan penyelamatan melalui ERCC (Pusat Koordinasi Tanggap Darurat),” ungkap pernyataan AFAD.
Di negara tetangga Suriah, media pemerintah yang dilansir BBC menyebutkan lebih dari 230 orang tewas di Provinsi Aleppo, Latakia, Hama, dan Tartus. Adapun CNN melaporkan lebih dari 500 orang terluka.
Jumlah korban tewas baik di Turki dan Suriah diperkirakan masih akan meningkat mengingat tim penyelamat terus bekerja menyisir reruntuhan bangunan.
Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya mengatakan bahwa pihaknya memobilisasi hampir 1.000 sukarelawan pencarian dan penyelamatan dari wilayahnya.***
![]()