Awali Tugas Baru, DPC PKB Bandung Barat Rapatkan Barisan Bersama PCNU
Krismanto - 12 Juni 2026

Krismanto - 12 Juni 2026

TOP JABAR – Sehari pasca penetapan kepengurusan definitif oleh DPP PKB, Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Bandung Barat langsung tancap gas.
Langkah pertama yang diambil adalah melakukan silaturahmi resmi ke kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung Barat, Jumat (12/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini menjadi momentum krusial untuk mempererat kembali hubungan historis serta menyatukan langkah dalam menjawab berbagai persoalan sosial, pendidikan, hingga kemasyarakatan di Kabupaten Bandung Barat.
Acara dibuka dengan Tawasul bersama yang dipimpin oleh Wakil Ketua PCNU, Dr. KH. Ceng Fauzi Alfauzany, sebagai penghormatan terhadap tradisi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang menjadi ruh perjuangan Nahdlatul Ulama.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua PCNU KH. Yusuf Abdul Qodir, Sekretaris H. Cecep Nedi, dan Bendahara H. Asep Haedar. Sementara itu, DPC PKB Bandung Barat diwakili langsung oleh Ketua Definitif periode 2026-2031, Sandi Supyandi, S.Kom.I., M.H., didampingi Sekretaris Wendi Sukmawijaya dan Bendahara Muhammad Irfan Jauhari, A.M.
Dalam sambutannya, Sandi Supyandi menegaskan bahwa kepengurusan PKB yang baru ingin membangun komunikasi intensif hingga ke tingkat ranting.
Ia menyoroti isu-isu strategis seperti pengelolaan lingkungan, penguatan sarana keagamaan, hingga peningkatan kualitas pesantren.
”Kami ingin PKB senantiasa menerima masukan konstruktif dari PCNU. Bahkan, kami siap menunjuk tim penghubung (ad hoc) agar koordinasi tetap terjaga,” ujar Sandi.
“Kami juga memohon restu agar sejarah perjuangan para sesepuh NU di Bandung Barat dapat terdokumentasikan dengan baik sebagai warisan bagi generasi mendatang,” sambungnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PCNU Kabupaten Bandung Barat, KH. Yusuf Abdul Qodir, menyampaikan apresiasi mendalam. Ia mengibaratkan hubungan PKB dan NU layaknya anak dan orang tua yang tak terpisahkan.
”Ini kebanggaan bagi kami. Langkah PKB
bersilaturahmi di hari pertama kepengurusan menunjukkan kedekatan emosional dan ideologis yang sangat kuat. Anak-anak PKB hari ini sudah sangat memahami kultur dan jati diri perjuangan NU,” tutur KH. Yusuf.
Dalam pertemuan tersebut, pihak PCNU turut memberikan masukan strategis terkait tantangan daerah. Dr. KH. Ceng Fauzi Alfauzany menekankan pentingnya menjaga keberkahan melalui penghormatan terhadap para ulama dan ajengan yang telah berjasa membangun Bandung Barat.
Menutup pertemuan, kedua pihak sepakat bahwa kolaborasi ini tidak boleh berhenti di tingkat kabupaten, melainkan harus menyentuh hingga ke akar rumput.
”Yang terpenting adalah kemanfaatan nyata. Tidak ada ruang untuk saling curiga; yang ada hanyalah semangat kebersamaan untuk membangun kemandirian umat dan menghadirkan solusi bagi masyarakat Bandung Barat,” pungkas KH. Yusuf.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama, sebagai simbol harapan agar sinergi antara PKB dan NU dapat terus kokoh demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung Barat.**
![]()