Waspada! OJK Ungkap Modus Scam Berbasis AI dan Cinta Palsu
Krismanto - 14 Juli 2026

Krismanto - 14 Juli 2026

TOP JABAR, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat agar semakin waspada terhadap maraknya penipuan digital (scam) yang terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi. OJK menegaskan, kejahatan siber saat ini tidak lagi menyasar kelompok tertentu, melainkan dapat menimpa siapa saja tanpa memandang latar belakang pendidikan, profesi, maupun tingkat literasi digital.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan anggapan bahwa korban penipuan hanya berasal dari masyarakat dengan pemahaman teknologi yang rendah sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi saat ini. Menurutnya, setiap orang memiliki potensi menjadi korban apabila tidak berhati-hati dalam beraktivitas di ruang digital.
Perkembangan teknologi juga membuat pola penipuan semakin kompleks dan sulit dideteksi. Pelaku kini memanfaatkan berbagai teknik seperti phishing, social engineering, penyebaran informasi palsu (fake news), synthetic identity, hingga real impersonation yang diperkuat dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Baca Juga :
Surat Perjalanan Menteri PU Bocor, Kementerian Buka Suara soal Nama Istri dan Anak
Selain itu, OJK menyoroti meningkatnya kemunculan romance scam atau yang dikenal sebagai pig butchering scam. Dalam modus ini, pelaku lebih dulu membangun kedekatan emosional dengan korban melalui komunikasi yang intens dalam jangka waktu tertentu. Setelah kepercayaan korban terbentuk, pelaku kemudian mengarahkan korban untuk mentransfer uang atau menanamkan dana pada investasi fiktif.
Friderica, yang akrab disapa Kiki, mengungkapkan bahwa modus tersebut sebelumnya lebih banyak ditemukan di negara-negara dengan tingkat kesepian masyarakat yang relatif tinggi. Namun, berdasarkan laporan Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI), tren serupa kini mulai meningkat di Indonesia.
“Kalau dulu banyak terjadi di negara-negara yang masyarakatnya lebih banyak merasa kesepian. Indonesia yang dikenal memiliki kehidupan sosial cukup kuat ternyata kini juga mulai mengalami peningkatan kasus romance scam. Berdasarkan laporan Satgas PASTI, modus ini sudah semakin sering ditemukan,” ujar Kiki.* (red)