Asep Mulyadi Dorong Padat Karya Jadi Solusi Pengangguran dan Persoalan Sampah Bandung

Dedi Junaedi - 23 September 2026

TOP JABAR, Kota Bandung – Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H. membuka secara resmi kegiatan program padat karya yang melibatkan warga dari empat kelurahan di Kota Bandung, yakni Kelurahan Suka Asih, Babakan Asih, Kopo, dan Jamika. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Mayang Sunda (Padepokan) melalui kerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan, Sabtu, 19 September 2026.

Program padat karya ini merupakan tindak lanjut dari pengajuan aspirasi Asep Mulyadi melalui kegiatan reses. Selain bertujuan membantu menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran, program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Dalam sambutannya, Asep Mulyadi menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di Kota Bandung. Menurutnya, pelaksanaan padat karya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi penyerapan tenaga kerja, tetapi juga dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Ia mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan program tersebut dengan membersihkan wilayah masing-masing, termasuk mengangkut sampah yang menumpuk di selokan, got, dan saluran air.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap lingkungan menjadi lebih bersih dan saluran air kembali berfungsi dengan baik. Jangan sampai sampah yang menyumbat saluran menyebabkan air meluap dan memicu banjir saat musim hujan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Asep juga mengingatkan para peserta agar menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab. Ia menegaskan, pemberian honorarium dalam program padat karya harus diimbangi dengan hasil pekerjaan yang maksimal.

Baca Juga :

Ketua DPRD Kota Bandung Minta Tindakan Tegas Atasi Maraknya Aksi Begal

Menurutnya, setiap kelompok peserta di masing-masing kelurahan akan mendapatkan pengawasan dan pemantauan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga yang terlibat. Dengan demikian, padat karya dapat menjadi salah satu upaya konkret untuk menjawab persoalan pengangguran sekaligus mendukung penanganan masalah sampah di Kota Bandung.

Asep berharap program serupa dapat kembali dilaksanakan pada tahun mendatang melalui pengajuan aspirasi dalam kegiatan reses, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program padat karya tidak semata-mata diukur dari terserapnya anggaran atau jumlah peserta yang terlibat, tetapi juga dari perubahan nyata yang dihasilkan bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.* (dedi)

TERKAIT:

POPULER: