Humaira: Peresmian Relokasi 8 Rumah Arjasari Adalah Simbol Harapan Baru Menuju Ramadan
Krismanto - 17 Februari 2026

Breaking News:
Peringati HUT ke-81 RI, Cucun Tegaskan Pentingnya Ideologi dan Nasionalisme di Kalangan Santri
Cucun Gelar Karnaval Budaya HUT RI ke-81 di Bandung, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Warisan Lokal
Ribuan Masyarakat Kabupaten Bandung Meriahkan Sepeda Santai Ceria di Solokanjeruk
Raih Satu Juta Jam Kerja Selamat, PLTP Patuha Unit 2 Torehkan Prestasi Sebelum Beroperasi
Cucun Ahmad Syamsurijal Dorong Tradisi Agustusan untuk Edukasi Nasionalisme Gen Alpha
Krismanto - 17 Februari 2026

TOP JABAR – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, Humaira Zahrotun Noor, turut mendampingi Wakil Ketua DPR RI Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal dalam prosesi peresmian 8 unit rumah relokasi bagi korban longsor di Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Selasa (17/2/2026).
Kehadiran Humaira dalam acara “Munggahan” dan syukuran ini menegaskan komitmen kolaborasi antara legislatif pusat dan daerah dalam mengawal janji bantuan bagi warga terdampak bencana.
Bagi Humaira, peresmian delapan rumah ini bukan sekadar penyerahan bantuan fisik bangunan. Ia menekankan bahwa misi utama dari relokasi ini adalah memulihkan martabat dan harapan hidup para korban yang sempat terpuruk akibat bencana beberapa bulan lalu.
“Alhamdulillah, saya bersama Kang Haji Cucun dan sahabat Fraksi PKB Kabupaten Bandung telah meresmikan 8 unit rumah ini sebagai wujud penunaian janji atas bencana longsor kemarin,” ujar Humaira.
“Namun, pandangan kami lebih dari itu; kami tidak hanya membangun atap dan dinding, tapi menciptakan ruang di mana mereka bisa merasa aman, nyaman, dan memiliki harapan kembali,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa momentum ini sangat tepat karena bertepatan dengan persiapan menyambut bulan suci Ramadan.
“Warga sujud syukur karena sebentar lagi akan menjalankan ibadah Ramadan di kediaman yang baru,” imbuhnya.
Sebagai legislator muda dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Humaira juga menyoroti peran teknologi dan perilaku generasi milenial serta Gen Z dalam mengisi bulan Ramadan.
Di tengah era digitalisasi yang masif, ia mengajak anak muda untuk tidak terjebak dalam penggunaan gawai yang nirfaedah.
“Harapan saya untuk anak muda, di era digitalisasi ini jangan hanya sekadar bermain sosial media atau ponsel saja,” tuturnya.
“Jadikan Ramadan kali ini sebagai momentum refleksi diri untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan orang tua,” pesan Humaira.
Ia mengimbau agar ruang digital dihiasi dengan konten-konten positif yang memberikan manfaat bagi sesama.
Menurutnya, produktivitas di bulan Ramadan tidak hanya diukur dari pekerjaan atau sekolah, tetapi juga dari kematangan spiritual.
“Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak zikir, doa, dan membaca Al-Qur’an karena banyak sekali kemuliaan di dalamnya. Manfaatkan sosial media untuk menyebarkan kebaikan, sembari tetap menjaga kedekatan nyata dengan keluarga,” pungkasnya.**
![]()