Lebih dari Sekadar Ibadah Personal, Humaira Soroti Sisi Sosial Bulan Ramadhan
Krismanto - 21 Februari 2026

Breaking News:
Peringati HUT ke-81 RI, Cucun Tegaskan Pentingnya Ideologi dan Nasionalisme di Kalangan Santri
Cucun Gelar Karnaval Budaya HUT RI ke-81 di Bandung, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Warisan Lokal
Ribuan Masyarakat Kabupaten Bandung Meriahkan Sepeda Santai Ceria di Solokanjeruk
Raih Satu Juta Jam Kerja Selamat, PLTP Patuha Unit 2 Torehkan Prestasi Sebelum Beroperasi
Cucun Ahmad Syamsurijal Dorong Tradisi Agustusan untuk Edukasi Nasionalisme Gen Alpha
Krismanto - 21 Februari 2026

TOP JABAR — Bulan suci Ramadhan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Humaira Zahrotun Noor, politisi muda yang menaruh perhatian besar pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan sosial.
Menurut Humaira, Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal, tetapi juga sebagai ruang refleksi kolektif untuk membangun empati, solidaritas, dan semangat berbagi kepada sesama, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk menahan diri, memperbaiki akhlak, serta lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitar. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk memperkuat persatuan dan kepedulian sosial,” ujar Humaira.
Ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan positif yang tumbuh di masyarakat selama Ramadhan, seperti pembagian takjil gratis, santunan anak yatim, bantuan bagi kaum dhuafa, hingga kegiatan keagamaan di masjid dan lingkungan sekitar.
Menurutnya, aktivitas tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang harus terus dijaga.
Sebagai politisi muda, Humaira mengajak generasi muda untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan kualitas diri, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Generasi muda memiliki peran strategis dalam membawa semangat perubahan. Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat nilai keimanan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial yang berkelanjutan,” tambahnya.
Humaira berharap semangat Ramadhan dapat terus hidup setelah bulan suci berakhir, sehingga nilai kejujuran, keadilan, dan kepedulian sosial dapat menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.**
![]()