Sinergi “Pentahelix”: Ali Syakieb, Irfan Hakim, dan Komunitas Motor Bedah Rumah Saparudin yang Viral

Krismanto - 5 April 2026

TOP JABAR – Kekuatan media sosial kembali membuahkan hasil nyata bagi kemanusiaan. Rumah milik Saparudin, warga Kampung Pasirwangi, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, yang sempat viral karena kondisinya yang memprihatinkan, kini mulai memasuki tahap renovasi total melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Hidup Berhimpitan di Rumah Keropos.
Sebelumnya, Saparudin harus menjalani hari-hari yang berat. Di atas bangunan seluas 9×14 meter, ia harus berbagi ruang dengan 12 jiwa lainnya.

Kondisi bangunan yang sudah keropos dan atap yang bocor di berbagai titik membuat hunian tersebut jauh dari kata layak.

Kisah pilu ini kemudian memicu gelombang simpati di jagat maya, hingga menarik perhatian berbagai pihak, mulai dari jajaran pemerintah hingga publik figur.

Aksi nyata ini merupakan kolaborasi unik yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Bandung yang diwakili Wakil Bupati Ali Syakieb.

Kemudian komunitas Bikers Brotherhood 1% MC. Lalu Sektor Swasta/Pengusaha yakni Hartono Soekwanto dari Boss KOI. Sementara di publik figur hadir langsung Irfan Hakim dan Oghel Zulfianto.

Selain perbaikan rumah, keluarga Saparudin juga mendapatkan kejutan berupa pemberian modal usaha untuk membantu meningkatkan taraf ekonomi keluarga ke depannya.

Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, menekankan bahwa media sosial kini menjadi jembatan penting antara pemerintah dan rakyat.

“Alhamdulillah, berkat sosial media, kita sebagai pemerintah bisa tahu apa yang terjadi di lapangan,” ujar Ali Syakieb. Minggu, 5 April 2026.

“Kabupaten Bandung ini sangat luas hingga ke pelosok, maka komunikasi antara warga, Pak RT, hingga Camat harus terus berjalan. Kita harus bekerja sama membantu kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan pihak swasta seperti Hartono Soekwanto dan berharap pola kolaborasi ini bisa direplikasi di titik-titik lain di Kabupaten Bandung.

Senada dengan Ali, presenter kondang Irfan Hakim yang turut hadir ke lokasi, mengajak para pengusaha untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Hal kebaikan ini harus disiarkan supaya menginspirasi banyak orang. Pesan saya untuk keluarga, jangan sampai kenyamanan baru ini nantinya memicu pertikaian,” ujar Irfan.

“Mari kita bangun dengan semangat gotong royong atau ‘Pentahelix’ agar percepatan pembangunan Rutilahu ini tepat sasaran,” ungkapnya.

Proses renovasi diprediksi memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Material bangunan sudah mulai tiba di lokasi.

Sesuai dengan semangat gotong royong, masyarakat sekitar juga diharapkan terlibat aktif dalam proses pembangunan fisik agar rumah tersebut bisa segera dihuni kembali dengan layak oleh keluarga Saparudin.

Langkah ini menjadi bukti bahwa ketika pemerintah, komunitas, pengusaha, dan media bersatu, persoalan sosial di akar rumput dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat sasaran.**

Loading

TERKAIT:

POPULER: