Ahli Ungkap Diabetes Tipe 2 Tak Tunjukkan Gejala Diawal Saat Cek Darah
Roel - 1 Agustus 2023

Breaking News:
Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Ditangkap Jajaran Polda Jabar
Kasus Penyekapan 3 Tahun di Bandung, Rajiv Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku
Cerita Adik Korban Penyekapan di Cinunuk, Syahrul: Teteh Ingin Bisa Melihat Lagi
Dedi Mulyadi Pastikan Biaya Pengobatan Korban Penyekapan di Bandung Ditanggung hingga Pulih
Manfaatkan Momen CFD, BRI Tawarkan Kemudahan Transaksi Digital bagi Warga Bandung
Roel - 1 Agustus 2023

TOP JABAR – Seorang ahli endokrinologi mengungkap diabetes tipe 2 menjadi lebih umum karena pola makan yang semakin tidak sehat dan gaya hidup tidak aktif yang mengakibatkan peningkatan berat badan.
Konsultan Ahli Endokrinologi, Dr Mark Vanderpump mengatakan diabetes tipe 2 berkembang karena resistensi terhadap aksi hormon insulin di hati. Mungkin juga ada produksi insulin yang rusak dari pankreas.
“Pada tahap awal, diabetes tipe 2 tidak menunjukkan gejala dan biasanya ditemukan pada tes darah rutin. Itu bisa berlangsung lama sebelum diagnosis dan dikaitkan dengan fitur sindrom metabolik,” jelas Vanderpump seperti dikutip dari laman Express. Selasa, 1 Agustus 2023.
Sindrom metabolik mengacu pada trilogi peningkatan tekanan darah dan kolesterol serta ‘obesitas sentral’. Menurut dia, indikasi obesitas sentral, yakni ukuran pinggang 34 inci (sekitar 86,3 cm) pada wanita, dan 40 inci (sekitar 101,6 cm) atau lebih pada pria.
“Kemudian, gejala khas berkembang termasuk produksi berlebihan dan buang air kecil, haus, sariawan, penglihatan kabur, dan penurunan berat badan,” tuturnya.
Selain, itu diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan masalah penglihatan, masalah saraf, kerusakan ginjal, serangan jantung, dan strok. Vanderpump menyebut orang dengan diabetes lebih mungkin dirawat di rumah sakit dan tinggal lama di rumah sakit.
Lebih lanjut Vanderpump menjelaskan, diabetes berimplikasi pada kemampuan bekerja di masa depan, peningkatan kebutuhan perawatan, dan penurunan harapan hidup.
“Diagnosis dini dan pengobatan yang optimal dapat membantu menghindari atau setidaknya menunda komplikasi,” tukasnya.***
![]()