BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem saat Peralihan Musim di Bandung Raya
Dedi Junaedi - 6 April 2026

Breaking News:
Peringati HUT ke-81 RI, Cucun Tegaskan Pentingnya Ideologi dan Nasionalisme di Kalangan Santri
Cucun Gelar Karnaval Budaya HUT RI ke-81 di Bandung, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Warisan Lokal
Ribuan Masyarakat Kabupaten Bandung Meriahkan Sepeda Santai Ceria di Solokanjeruk
Raih Satu Juta Jam Kerja Selamat, PLTP Patuha Unit 2 Torehkan Prestasi Sebelum Beroperasi
Cucun Ahmad Syamsurijal Dorong Tradisi Agustusan untuk Edukasi Nasionalisme Gen Alpha
Dedi Junaedi - 6 April 2026

TOP JABAR, Kota Bandung – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung, Jawa Barat, meminta masyarakat mewaspadai fenomena cuaca ekstrem yang terjadi saat periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan periode ini ditandai dengan melemahnya angin baratan dan mulai masuknya angin timuran yang memicu ketidakstabilan atmosfer.
“Fenomena ini biasanya diawali dengan cuaca panas dan gerah, kemudian terjadi hujan lebat secara tiba-tiba disertai petir dan angin kencang,” ujar Teguh di Bandung, Senin, 6/4/2026.
Teguh mengatakan kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang cukup masif, sehingga berpotensi menimbulkan hujan lebat, petir, dan angin kencang.
Baca Juga :
Aksi Ugal-ugalan di Tol Priok, Dua Pengemudi Terlibat Kejar-kejaran
BMKG mencatat pada Jumat (3/4/2026) hujan es terjadi di sebagian wilayah Bandung akibat pembentukan awan Cumulonimbus sejak pukul 12.00 WIB.
Kecepatan angin saat kejadian tercatat mencapai 42,6 km/jam dan menyebabkan dampak, seperti pohon tumbang di sejumlah titik wilayah Bandung Raya.
BMKG menjelaskan hujan es terbentuk dari uap air yang terbawa arus udara naik (updraft) ke puncak awan dengan suhu sangat dingin hingga membeku, lalu jatuh saat arus udara melemah.
Oleh karena itu ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, angin kencang, hingga hujan es.* (Red/Antara)