Gempar Lagi! Puluhan Siswa SMPN 1 Cisarua Keracunan Usai Santap Makanan Gratis
Roel - 14 Oktober 2025

Breaking News:
Kasus Penyekapan 3 Tahun di Bandung, Rajiv Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku
Cerita Adik Korban Penyekapan di Cinunuk, Syahrul: Teteh Ingin Bisa Melihat Lagi
Dedi Mulyadi Pastikan Biaya Pengobatan Korban Penyekapan di Bandung Ditanggung hingga Pulih
Manfaatkan Momen CFD, BRI Tawarkan Kemudahan Transaksi Digital bagi Warga Bandung
Roel - 14 Oktober 2025

TOP JABAR, Bandung Barat — Puluhan siswa SMP Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah, Selasa (14/10/2025).
Peristiwa ini menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah. Orang tua siswa berbondong-bondong datang menjemput anaknya, menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi. Program MBG yang selama ini menjadi unggulan Pemkab Bandung Barat kini kembali mendapat sorotan publik.
Petugas TNI dan Polri turun tangan membantu evakuasi para siswa yang mengalami gejala mual, pusing, dan lemas. Sebagian korban mendapatkan pertolongan pertama di ruang kelas yang diubah menjadi ruang darurat sementara.
Plt Kepala Dinas Pendidikan KBB, Dadan Supardan, bersama Kabid SMP turut meninjau lokasi. Namun, pihak dinas belum memberikan keterangan resmi karena proses penanganan dan pendataan korban masih berlangsung.
Baca Juga :
Salah satu guru SMPN 1 Cisarua, M. Fakhmi Nurdiansyah, S.Pd, mengatakan jumlah siswa yang mengalami gejala diperkirakan kurang dari 100 orang.
“Sebagian besar kondisinya sudah membaik. Kami langsung memberikan penanganan awal, termasuk air kelapa, dan dibantu pihak penyedia makanan. Alhamdulillah tidak ada yang fatal,” ujarnya.
Hingga berita ini dirilis, sebanyak 43 orang siswa dilarikan ke RSUD Lembang.
Insiden dugaan keracunan massal di SMPN 1 Cisarua ini kini tengah ditangani oleh pihak berwenang. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama Dinas Pendidikan berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi makanan bergizi gratis agar kejadian serupa tidak kembali terulang.*[red]
![]()