Bey Machmudin Pastikan Kesiapan Jabar Hadapi Pilkada Serentak November 2024
Krismanto - 13 November 2024

Breaking News:
Wakil Ketua DPR RI Puji Transformasi Lahan Desa Sukamenak: Bukti Nyata APBN Membangun dari Desa
Waspada Lonjakan Harga, Cucun Ahmad Syamsurijal Desak Pemkab Bandung Proaktif Kendalikan Inflasi
Grand Final Duta Pajak 2026 Kabupaten Bandung, Dorong Milenial Jadi Agen Edukasi Pajak Daerah
Kasus Emeralda Resort Memanas! Pengembang Akui Tuntutan Baru dari Konsumen
Janji Tinggal Janji, Ratusan Pembeli Perumahan Emeralda Resort Merasa Tertipu
Krismanto - 13 November 2024

TOP JABAR – Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin memastikan kesiapannya menggelar Pilkada Serentak pada 27 November 2024, baik untuk pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/ Wakil Bupati maupun pemilihan Wali Kota/ Wakil Wali Kota di 27 daerah di Jabar.
Hal itu ia sampaikan di hadapan jajaran Komisi II DPR RI saat beraudiensi ke rumah dinas Gubernur Jabar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (13/11/2024).
“Kita sudah menyampaikan kesiapan menghadapi Pilkada Serentak 2024,” ucap Bey.
Rombongan Komisi II DPR RI ke Gedung Pakuan dipimpin oleh Dede Yusuf selaku Wakil Ketua. Komisi ini memiliki lingkup tugas di bidang pemerintah dalam negeri, pertanahan, dan pemberdayaan aparatur.
Kedatangan mereka diterima oleh Pj Gubernur Jabar, Pj Bupati, Pj Wali Kota se-Jabar, serta TNI, Polri, KPU, dan Bawaslu.
Bey mengungkapkan, Komisi II DPR RI menekankan agar netralitas ASN dan kewaspadaan terhadap daerah yang dianggap rawan menjadi perhatian serius.
Bey berkomitmen akan mewujudkan pilkada serentak di seluruh Jabar berjalan lancar, aman, damai, jujur, dan adil.
“Ada beberapa pesan yang memang kita harus tindaklanjuti, seperti netralitas ASN, kesiapan, dan kewaspadaan. Mereka menginginkan pilkada serentak di seluruh Jabar lancar, aman, damai, jujur, dan adil. Ini memang sudah menjadi komitmen kami,” ujar Bey.
Terkait maraknya berita bohong, ujaran kebencian, dan isu sara di media sosial menjelang pilkada serentak, pihaknya sudah melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika bersama Bawaslu dan kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Untuk pengawasan itu kita ada Bawaslu, kepolisian, dan Diskominfo juga dilibatkan,” pungkasnya.***
Sumber: Humas Jabar.
![]()