Kelurahan Jamika dan Puskesmas UPT Sukapakir Gelar Pertemuan WPA untuk Penanggulangan HIV/AIDS
Dedi Junaedi - 1 November 2025

Breaking News:
Breakingnews: Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Berhasil Ditangkap Jajaran Polda Jawa Barat
Kasus Penyekapan 3 Tahun di Bandung, Rajiv Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku
Cerita Adik Korban Penyekapan di Cinunuk, Syahrul: Teteh Ingin Bisa Melihat Lagi
Dedi Mulyadi Pastikan Biaya Pengobatan Korban Penyekapan di Bandung Ditanggung hingga Pulih
Manfaatkan Momen CFD, BRI Tawarkan Kemudahan Transaksi Digital bagi Warga Bandung
Dedi Junaedi - 1 November 2025

TOP JABAR, Bandung – Kelurahan Jamika bekerja sama dengan Puskesmas UPT Sukapakir menggelar pertemuan Warga Peduli AIDS (WPA) bersama para kader, ketua RW, dan masyarakat dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kelurahan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, dan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, Jumat, 31/10/2025.
Dalam sambutannya, Erwin menekankan pentingnya kolaborasi antara pengurus RW, kader, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus melakukan sosialisasi mengenai HIV.
“Jangan sampai masyarakat yang terpapar HIV dikucilkan. Justru harus diedukasi agar tahu bagaimana cara pencegahan dan penanganannya,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini mampu memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam menekan penyebaran HIV di Kota Bandung.
Sementara itu, Lurah Jamika, Budiana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan WPA yang dinilainya sangat membantu pemerintah kelurahan dalam membangun sinergi dengan para ketua RW. “Kami akan terus mensosialisasikan agar tidak ada diskriminasi terhadap penderita HIV, serta memperkuat pencegahan di 11 RW yang ada di wilayah kami,” ungkapnya.
Baca Juga :
BGN Sosialisasikan Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Barat
Kepala UPT Puskesmas Sukapakir, dr. Hellen, juga berharap kegiatan ini dapat mempererat kerja sama masyarakat dengan pihak puskesmas, khususnya dalam melakukan deteksi dini dan skrining HIV. Ia menyebutkan, Kecamatan Bojongloa Kaler sebelumnya menempati posisi pertama dengan jumlah penderita HIV terbanyak di Kota Bandung. Namun berkat intensitas sosialisasi dan peran aktif masyarakat, kini wilayah tersebut turun menjadi peringkat ketiga.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan penanganan HIV/AIDS di Kota Bandung semakin efektif dan tidak ada lagi stigma terhadap para penyintas.*[red]
![]()