Haji 2026 Siap Digelar, Keberangkatan Perdana Dimulai 22 April
Roel - 7 April 2026

Breaking News:
Kasus Dana Hibah Pramuka, Eks Sekda Kota Bandung Cs Divonis 1 Tahun
Haji 2026 Siap Digelar, Keberangkatan Perdana Dimulai 22 April
Isu Reshuffle Kabinet, Seskab Minta Publik Tunggu Penjelasan Presiden
KA Bangunkarta Anjlok di Brebes, Dua Gerbong Keluar Rel, Penumpang Dievakuasi
Musrenbang RKPD 2027, Kang DS: Peningkatan Infrastruktur Jalan Tetap Jadi Prioritas
Roel - 7 April 2026

TOP JABAR, Jakarta – Pemerintah memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2026 siap dilaksanakan. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyebut seluruh persiapan telah rampung 100 persen.
Jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai masuk asrama pada 21 April 2026 dan diberangkatkan ke Arab Saudi sehari setelahnya. Meski situasi Timur Tengah masih bergejolak, pemerintah optimistis tidak akan mengganggu kelancaran ibadah. Kepastian itu disampaikan usai pertemuannya dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, di Jakarta, Selasa (7/4/2026), seperti dilansir dari laman Inews.
Pria yang akrab disapa Gus Irfan itu menyebut seluruh persiapan penyelenggaraan ibadah haji telah rampung sepenuhnya. Mulai dari dokumen perjalanan seperti visa, hingga kebutuhan jemaah seperti akomodasi dan katering, dipastikan telah siap.
“Insya Allah tanggal 21 April 2026 jemaah haji kloter pertama masuk asrama haji, dan tanggal 22 mulai diberangkatkan ke Arab Saudi,” ujar Gus Irfan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, serta seluruh pihak yang telah mendukung kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Di tengah persiapan tersebut, pemerintah turut mencermati dinamika konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah. Gus Irfan berharap situasi tersebut tidak berdampak pada kelancaran pelaksanaan ibadah haji jemaah Indonesia.
Baca Juga :
Isu Reshuffle Kabinet, Seskab Minta Publik Tunggu Penjelasan Presiden
“Mudah-mudahan situasi Timur Tengah yang kurang menguntungkan tidak akan mempengaruhi persiapan dan keberangkatan jemaah haji kita,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui kondisi geopolitik tersebut turut membawa tantangan, terutama terkait lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada biaya operasional.
“Kami menyadari situasi peperangan ini menyebabkan berbagai kendala, termasuk kenaikan biaya bahan bakar yang melonjak hampir dua kali lipat bahkan lebih,” ujarnya. * (red)