Daftar Mobil yang Disebut Tak Lagi Bisa Isi Pertalite Mulai 1 Juni 2026
Admin - 20 Mei 2026

Breaking News:
Admin - 20 Mei 2026

TOP JABAR, Jakarta – Kabar mengenai pengetatan penyaluran BBM subsidi kembali ramai diperbincangkan. Mulai 1 Juni 2026, kendaraan roda empat dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc disebut-sebut tidak lagi dapat mengisi Pertalite.
Menanggapi isu tersebut, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menegaskan bahwa Pertamina akan mengikuti seluruh kebijakan yang ditetapkan pemerintah sebagai regulator.
“Pada prinsipnya Pertamina sebagai BUMN dan badan usaha atau operator yang berada di bawah pemerintah akan mengikuti dan mengacu pada arahan pemerintah sebagai regulator,” ujar Roberth kepada Beritasatu.com, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan energi akan diputuskan pemerintah melalui kajian yang matang. Setelah keputusan ditetapkan, operator seperti Pertamina akan menjalankan aturan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Saat ini, Pertamina masih menunggu arahan resmi dari pemerintah terkait mekanisme penyaluran BBM subsidi, termasuk untuk jenis Pertalite.
“Lembaga pemerintah terkait yang akan menurunkan teknis dan bagaimana kebijakan tersebut diterapkan. Pertamina saat ini menunggu dan mengikuti arahan yang berlaku, yaitu menyalurkan energi sesuai ketentuan,” tambahnya.
Baca Juga :
BBM Kembali Naik, Pertamax Turbo Nyaris Rp20 Ribu per Liter!
Pemerintah disebut mengambil langkah ini untuk memastikan subsidi energi benar-benar tepat sasaran, sekaligus menekan beban APBN yang terus meningkat akibat tingginya konsumsi BBM subsidi.
Melalui sistem digitalisasi QR Code MyPertamina, SPBU kini dapat mendeteksi jenis kendaraan secara otomatis. Kendaraan yang masuk dalam kategori larangan akan langsung ditolak sistem saat hendak mengisi Pertalite.
Dengan penerapan sistem tersebut, kendaraan bermesin besar tidak lagi dapat mengakali aturan pengisian BBM subsidi.
Segmen mobil keluarga tujuh penumpang menjadi salah satu yang paling terdampak kebijakan ini. Toyota Avanza varian 1.5G dan seluruh lini Toyota Veloz disebut kehilangan akses pengisian Pertalite karena menggunakan mesin 1.496 cc.
Selain itu, Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross yang dibekali mesin 1.499 cc juga diperkirakan harus beralih ke BBM RON 92 atau lebih tinggi.
Dampak serupa juga menyasar sejumlah mobil dari pabrikan Korea Selatan dan China. Hyundai Stargazer dengan mesin Smartstream 1.497 cc, serta Wuling Cortez 1.5 Turbo, disebut wajib menggunakan Pertamax untuk menjaga performa mesin tetap optimal.
Aturan ini dinilai akan meningkatkan biaya operasional kendaraan keluarga, terutama bagi pengguna dengan mobilitas harian yang tinggi.
Berikut sejumlah model kendaraan yang disebut tidak lagi bisa mengisi Pertalite mulai 1 Juni 2026:
1. Toyota Avanza 1.5G
2. Toyota Veloz
3. Mitsubishi Xpander
4. Mitsubishi Xpander Cross
5. Hyundai Stargazer
6. Wuling Cortez Turbo
7. Toyota Rush
8. Daihatsu Terios
9. Honda BR-V
10. Hyundai Creta
11. Suzuki XL7 Hybrid
12. Suzuki Ertiga Hybrid
13. Honda HR-V
14. Chery Omoda 5 Turbo
15. Wuling Almaz RS
16. Toyota Innova Zenix bensin
17. Toyota Fortuner 2.7 SRZ
18. Honda CR-V Turbo
19. Honda Civic RS Turbo
20. Mazda 3 Sedan
21. Mazda 3 Hatchback
Dengan sistem digitalisasi MyPertamina yang semakin ketat, pemilik kendaraan bermesin di atas 1.400 cc diminta mulai mempersiapkan penyesuaian biaya operasional kendaraan mereka.* (red)
![]()