HEBOH! DPR Usul Bangun 1.000 Bioskop Desa Pakai APBN 2027
Roel - 22 Mei 2026

Roel - 22 Mei 2026

TOP JABAR, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Rahmawati mengusulkan agar pemerintah mengalokasikan anggaran dalam APBN 2027 untuk pembangunan 1.000 layar bioskop di desa-desa. Gagasan tersebut dinilai dapat menjadi solusi untuk mendukung keberlangsungan rumah produksi (PH) kecil di daerah agar memiliki ruang distribusi film yang lebih luas.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rahmawati juga mendorong adanya insentif fiskal bagi rumah produksi skala kecil dan daerah. Menurutnya, dukungan itu penting agar industri perfilman lokal bisa terus berkembang dan tidak kalah bersaing dengan produksi besar.
Ia menilai keterbatasan akses tayang di jaringan bioskop saat ini menjadi tantangan utama bagi PH daerah. Kondisi tersebut dikhawatirkan menghambat lahirnya karya-karya film yang mengangkat potensi budaya dan kearifan lokal dari berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi NasDem, Rico Sia menyarankan agar para pelaku rumah produksi membangun komunikasi lebih awal dengan pengelola bioskop sebelum proses produksi dimulai.
Baca Juga :
Komdigi Siapkan Aturan Akun Medsos Wajib Pakai Nomor Telepon
Menurutnya, diskusi sejak tahap perencanaan dapat membantu PH memahami kebutuhan pasar sekaligus membuka peluang penayangan yang lebih besar.
Namun, perwakilan rumah produksi Black & White Pictures mengungkapkan bahwa akses komunikasi dengan pihak exhibitor atau pengelola bioskop masih belum sepenuhnya terbuka bagi PH kecil. Hal itu dinilai menjadi salah satu hambatan dalam distribusi film independen di Indonesia.
Di sisi lain, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golkar, Andhika Satya Wisastho turut mengusulkan revisi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman. Ia menilai regulasi yang ada sudah tidak lagi sepenuhnya relevan dengan perkembangan industri perfilman nasional saat ini yang mengalami perubahan signifikan dibandingkan kondisi pada 2009.*(red)
[Narasi dan Foto ini diolah dengan bantuan AI]
![]()