Tugu 0 KM Bagolo, Ikon yang Menanti Perhatian Bupati Pangandaran
Roel - 21 Juni 2026

Breaking News:
Dua Pabrik Komponen Otomotif Dikabarkan akan Pindah ke Vietnam, Ribuan Pekerja Terancam PHK
Cetak Generasi Berkualitas, SMP Habibi Bina Cendikia Lepas 38 Siswa Angkatan ke-2
Tugu 0 KM Bagolo, Ikon yang Menanti Perhatian Bupati Pangandaran
Guru MTs Cihampelas Mengaku Dipecat Saat Cuti Hamil, Polemik Tabungan Siswa Jadi Sorotan
Roel - 21 Juni 2026

TOP JABAR, PANGANDARAN — Semangat kebersamaan dan persaudaraan para pecinta roda dua kembali menorehkan cerita di kawasan wisata Karapyak Bagolo, Kabupaten Pangandaran. Melalui gelaran Bikers Rendezvous 2 yang digelar pada 20–21 Juli 2024, sebanyak 96 komunitas motor dengan total sekitar 650 bikers dari berbagai daerah hadir dalam ajang silaturahmi, kebersamaan, sekaligus memperkenalkan potensi wisata daerah.
Tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para bikers, kegiatan tersebut juga melahirkan sebuah ikon baru, yakni Tugu 0 KM Bagolo. Monumen tersebut berdiri sebagai simbol perjalanan, persatuan, serta semangat komunitas otomotif dalam memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pariwisata Pangandaran.
Tugu 0 KM Bagolo resmi diperkenalkan dan diresmikan langsung oleh Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata. Pembangunan tugu ini merupakan gagasan dan prakarsa dari Susilo Nandang Bagio, SH, MH, atau yang akrab disapa Panglima Semprul, sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan kawasan wisata sekaligus menciptakan ruang ikonik bagi para bikers dari berbagai penjuru daerah.
Kawasan Tugu 0 KM tersebut berada di wilayah Desa Bagolo, tepatnya di kawasan Tebing Nanggerang, yang memiliki panorama alam dan potensi wisata yang cukup besar. Keberadaan tugu ini diharapkan tidak hanya menjadi penanda lokasi, tetapi juga menjadi titik baru yang mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan keindahan kawasan Bagolo kepada masyarakat luas.
Menurut Susilo, keberadaan Tugu 0 KM Bagolo bukan hanya sekadar bangunan simbolis, melainkan memiliki makna lebih luas sebagai simbol perjalanan, kebersamaan, dan persaudaraan para bikers. Selain itu, tugu tersebut diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata baru yang memperkuat identitas kawasan Bagolo sebagai salah satu destinasi yang memiliki potensi pengembangan wisata otomotif.
Namun, seiring perjalanan waktu hingga menjelang rencana pelaksanaan Bikers Rendezvous ke-3, kondisi akses menuju Tugu 0 KM Bagolo masih menjadi perhatian. Jalur menuju lokasi tersebut dinilai membutuhkan peningkatan agar lebih mudah dilalui, baik oleh wisatawan umum maupun para bikers yang ingin berkunjung.
Dalam peningkatan akses infrastruktur tersebut, Susilo juga berharap adanya perhatian terhadap penataan fasilitas pendukung, salah satunya penyediaan area parkir yang memadai. Tidak hanya untuk kendaraan roda dua para bikers, tetapi juga perlu dipersiapkan lahan parkir bagi kendaraan roda empat, mengingat ke depan kawasan tersebut diproyeksikan menjadi destinasi wisata yang dapat dikunjungi berbagai kalangan.
Susilo berharap Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, S.H beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Pangandaran dapat memberikan perhatian terhadap peningkatan akses infrastruktur menuju Tugu 0 KM Bagolo, sehingga kawasan tersebut dapat berkembang menjadi destinasi wisata baru yang nyaman, aman, dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, keberadaan ikon tersebut akan semakin memiliki nilai manfaat apabila didukung dengan akses jalan dan fasilitas yang memadai. Dengan infrastruktur yang lebih baik, Tugu 0 KM Bagolo diyakini mampu menjadi magnet wisata baru sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan.
Sementara itu, Kepala Desa Bagolo Sutoyo berharap adanya dukungan lanjutan untuk penyempurnaan akses menuju lokasi tersebut. Ia menyebut masih terdapat sekitar 190 meter akses jalan menuju Tugu 0 KM yang belum dilakukan pengecoran. Selain itu, apabila dilakukan peningkatan secara menyeluruh dengan sistem hotmix, masih terdapat kurang lebih 2 kilometer akses jalan yang perlu mendapat perhatian.
Baca Juga :
Bikers Rendezvous 2, Prakarsai Berdirinya 0 KM Bagolo Pangandaran
Susilo juga mengajak seluruh komunitas bikers di Indonesia untuk menjadikan Tugu 0 KM Bagolo sebagai salah satu destinasi wajib untuk dikunjungi. Baginya, tempat tersebut bukan hanya sekadar titik pemberhentian perjalanan, tetapi menjadi simbol solidaritas, kekeluargaan, dan semangat positif dunia otomotif.
“Tugu ini bukan hanya milik satu komunitas, tetapi menjadi ikon bersama bagi para bikers. Mari jadikan Bagolo sebagai ruang silaturahmi, tempat bertemu, berbagi cerita, dan memperkuat persaudaraan antarpecinta roda dua,” ujarnya.
Dengan dukungan berbagai pihak, Tugu 0 KM Bagolo diharapkan mampu berkembang menjadi ikon wisata Pangandaran yang tidak hanya dikenal oleh para bikers, tetapi juga menjadi destinasi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan daerah.* (red)