Ratusan SPBU di Filipina Tutup Imbas Krisis Energi akibat Perang Iran

Roel - 31 Maret 2026

TOP JABAR, Jakarta – Ratusan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Filipina terpaksa tutup di tengah kondisi darurat nasional yang diberlakukan pemerintah untuk mengatasi kekurangan energi. Krisis ini dipicu oleh perang Iran.

Kepolisian Nasional Filipina melaporkan bahwa sebanyak 365 SPBU telah berhenti beroperasi akibat keterbatasan pasokan bahan bakar. Selain itu, otoritas juga menemukan tujuh kasus penimbunan dan praktik pengambilan keuntungan berlebihan terkait distribusi bahan bakar. Demikian sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Berita Filipina (PNA).

Pemerintah di Manila menetapkan status darurat nasional setelah pasokan minyak dari Timur Tengah mengalami penurunan. Situasi ini terjadi karena Iran secara efektif mengendalikan Selat Hormuz, di tengah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Teheran yang telah memasuki bulan kedua.

Untuk mengatasi kekurangan pasokan, Filipina telah membeli sebanyak 2,48 juta barel minyak mentah dari Rusia.

Baca Juga :

Akhir Kisah Sang Pangeran Tidur: Pangeran Alwaleed bin Khaled Tutup Usia Setelah 20 Tahun Koma

Filipina mengimpor sekitar 90 persen kebutuhan energi, dengan total pengeluaran mencapai sekitar USD 16 miliar untuk minyak pada tahun 2024, yang sebagian besar berasal dari Timur Tengah.

Di tengah krisis energi yang melanda, Presiden Ferdinand Marcos Jr. menyatakan bahwa pemerintah Filipina terbuka untuk melanjutkan kembali pembicaraan dengan China terkait proyek bersama eksplorasi minyak dan gas di wilayah Laut China Selatan yang masih disengketakan.

“Hal itu sudah lama kami bicarakan, tetapi sengketa wilayah menjadi penghambat utama,” ujar Marcos dalam wawancara dengan Bloomberg News.

Hubungan antara Manila dan Beijing sendiri masih diwarnai ketegangan akibat klaim yang tumpang tindih di perairan sengketa tersebut.* [red]

Loading

TERKAIT:

POPULER: