Achmad Nugraha Syukuri Hadirnya Keberagaman Budaya di Kota Bandung
Roel - 13 Februari 2022

Breaking News:
Wakil Ketua DPR RI Puji Transformasi Lahan Desa Sukamenak: Bukti Nyata APBN Membangun dari Desa
Waspada Lonjakan Harga, Cucun Ahmad Syamsurijal Desak Pemkab Bandung Proaktif Kendalikan Inflasi
Grand Final Duta Pajak 2026 Kabupaten Bandung, Dorong Milenial Jadi Agen Edukasi Pajak Daerah
Kasus Emeralda Resort Memanas! Pengembang Akui Tuntutan Baru dari Konsumen
Janji Tinggal Janji, Ratusan Pembeli Perumahan Emeralda Resort Merasa Tertipu
Roel - 13 Februari 2022

Top Jabar, Kota Bandung – Wakil Ketua II DPRD H. Achmad Nugraha, DH., SH., menghadiri rangkaian perayaan acara Tahun Baru Imlek, di Pelataran Teras Dayang Sumbi, Hotel Bumi Sangkuriang, Minggu (13/2/2022).
Acara yang dihadiri oleh anggota Perkumpulan Bumi Sangkuriang kali ini semakin meriah dengan penampilan atraksi bela diri Wushu, Barongsai, dan Naga Liong.
Achmad mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek kepada warga Kota Bandung yang merayakannya.
“Pertama saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek. Semoga tahun ini menjadi tahun penuh kebahagiaan dan kesejahteraan. Ajang perayaan Imlek ini merupakan bentuk dari luar biasanya budaya-budaya yang ada di Indonesia,” ujar Achmad.
Baca Juga :
Edwin Senjaya Dorong Semangat Warga Untuk Mewujudkan Pembangunan di Wilayah Bandung Kidul
Achmad juga menyampaikan bahwa perbedaan adalah anugerah Tuhan sehingga kita harus bisa menjaga keberagaman itu dengan baik.
“Dalam bersilaturahmi Imlek ini saya mengimbau untuk selalu menjaga dan menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Bumi sangkuriang Maruli Djaja Muliady menyampaikan bahwa perayaan tahun Baru imlek ini merupakan bentuk kebersamaan dalam perbedaan.
“Berkolaborasi dan sinergi bersama akan membawa kebahagiaan untuk semua,” katanya.
Selanjutnya, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Jabar, Popong Otje Djundjunan (Ceu Popong) mengatakan bahwa setiap suku bangsa yang ada di bumi Pasundan wajib harmoni.
“Kita harus harmoni satu sama lain. Besama tidak harus sama. Perbedaan itulah yang memperkuat bangsa Indonesia yang bisa eksis dari dahulu, saat ini, hingga masa depan,” tutur Ceu Popong.*
![]()