Fokus Penanggulangan Bencana, Rangkaian HUT Kabupaten Bandung ke-385 Digelar Sederhana
Krismanto - 17 April 2026

Breaking News:
Fokus Penanggulangan Bencana, Rangkaian HUT Kabupaten Bandung ke-385 Digelar Sederhana
Kasus Bayi Nyaris Hilang di RSHS Bandung Berujung Laporan Polisi
Korban Temuan Mayat di Jembatan Citarum Terungkap, Keluarga Tolak Autopsi
Peluang Emas di Hari Jadi, Ribuan Lowongan Tersedia di Job Fair Kabupaten Bandung 2026
Krismanto - 17 April 2026

TOP JABAR – Pemerintah Kabupaten Bandung memutuskan untuk menyederhanakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bandung ke-385.
Langkah ini diambil sebagai bentuk empati dan fokus pemerintah dalam menangani situasi kebencanaan yang tengah melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyampaikan bahwa beberapa agenda yang bersifat perayaan akan dialihkan menjadi kegiatan yang lebih khidmat dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
“Dalam rangka menyambut hari ulang tahun Kabupaten Bandung ke-385, kegiatan yang tadinya beragam kita sederhanakan saja,” ujar Kang DS sapaan akrab Bupati Bandung.
“Untuk upacara akan dipusatkan di Lapangan Upakarti, yang diikuti oleh para Camat serta Kepala Desa secara terpadu di satu titik tersebut,” sambungnya.
Selain penyederhanaan upacara, kegiatan hiburan rakyat seperti pertunjukan wayang yang semula direncanakan, kini resmi ditiadakan.
Sebagai gantinya, Pemerintah Kabupaten Bandung akan menggelar kegiatan Istiqosah secara hybrid yang dipusatkan di Gedung Muhammad Toha untuk memohon keselamatan bagi seluruh warga.
Bupati menegaskan bahwa pengalihan anggaran dan fokus kegiatan ini merupakan respons atas tingginya intensitas bencana di wilayahnya.
Saat ini, pemerintah tengah memberikan perhatian khusus kepada 9 kecamatan guna mengantisipasi serta menyelesaikan dampak bencana secara menyeluruh.
“Kegiatan kita fokuskan pada penanggulangan bencana agar berjalan sesuai harapan masyarakat. Kami ingin memastikan mitigasi dan penyelesaian masalah di lapangan menjadi prioritas utama saat ini,” tegasnya.
Terkait langkah strategis, Bupati menyampaikan adanya dukungan dari pemerintah pusat.
Melalui koordinasi dengan Wakil Ketua DPR RI, Pemerintah Kabupaten Bandung telah menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Insya Allah, hari Selasa depan kami akan bertemu dengan pihak kementerian untuk menyampaikan kebutuhan logistik serta dukungan teknis lainnya,” tuturnya.
“BNPB juga menyatakan komitmennya untuk men-support rencana pasca-kebencanaan di Kabupaten Bandung,” tambahnya.
Hingga saat ini, titik terdampak bencana mengalami perluasan. Dari semula tujuh kecamatan, kini menjadi sembilan kecamatan yang masuk dalam skema penanganan pentahelix. Wilayah tersebut meliputi, Bojongsoang, Dayeuhkolot, Baleendah, Banjaran, Rancaekek, Solokanjeruk, Majalaya, Ibun dan Cicalengka.
Bupati juga mengatakan bahwa mulai esok hari, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) akan segera melakukan aksi nyata di lapangan.
“Besok tim BBWS mulai bergerak untuk melakukan penanggulangan di aliran sungai wilayah Pananjung dan Desa Bojong. Kami terus berupaya semaksimal mungkin agar penanganan ini cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Bupati.**
![]()