Tujuh Motor Hilang Sekaligus di Konser Bandung, Korban Pertanyakan Keamanan Parkir
Dedi Junaedi - 1 Juni 2026

Dedi Junaedi - 1 Juni 2026

TOP JABAR, Kota Bandung – Keinginan untuk menikmati hiburan di sebuah konser musik justru berujung kerugian bagi tujuh pengunjung acara yang digelar di Tritan Point, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung. Sepeda motor milik mereka dilaporkan hilang saat diparkir di area resmi yang disediakan penyelenggara pada Sabtu (30/5/2026).
Salah satu korban, Najhan Muzakki (23), warga Buahbatu, mengungkapkan bahwa dirinya bersama enam korban lainnya memarkirkan kendaraan di lokasi yang telah ditentukan panitia dan menerima tiket parkir resmi saat memasuki area konser.
“Kami semua memarkirkan motor di area resmi yang disediakan penyelenggara dan masing-masing mendapatkan tiket parkir,” kata Najhan saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).
Menurut Najhan, kehilangan baru diketahui setelah acara berakhir. Saat hendak pulang, sepeda motornya sudah tidak berada di lokasi parkir. Ia mengakui kunci kendaraannya sempat tertinggal di motor, namun tetap mempertanyakan sistem pengamanan yang diterapkan di area parkir berbayar tersebut.
Ia menjelaskan bahwa aparat sempat mengamankan sejumlah kendaraan yang tidak dikunci stang. Namun, tujuh motor yang akhirnya dilaporkan hilang tidak termasuk dalam kendaraan yang diamankan. Karena kendaraan diparkir di lokasi resmi dan pengunjung telah membayar biaya parkir, para korban menilai petugas seharusnya memiliki tanggung jawab lebih dalam menjaga keamanan kendaraan.
Baca juga :
Begal Ponsel WNA di Bundaran HI Ternyata Sudah Beraksi Ratusan Kali
Selain itu, Najhan menyoroti minimnya pengawasan di area keluar parkir ketika ribuan penonton mulai meninggalkan lokasi konser secara bersamaan.
Setelah menyadari kendaraan mereka hilang, para korban yang sebelumnya tidak saling mengenal kemudian berkumpul dan melaporkan kejadian tersebut ke pos polisi terdekat. Di lokasi itu terdapat sekitar 15 hingga 20 sepeda motor yang diamankan petugas, namun tidak satu pun merupakan kendaraan milik para korban. Mereka selanjutnya diarahkan untuk membuat laporan resmi ke Polsek Panyileukan.
Upaya pencarian sempat dilakukan pada hari kedua setelah kejadian. Salah seorang korban mencoba melacak motornya melalui perangkat Global Positioning System (GPS) yang terpasang pada kendaraan. Informasi titik lokasi kemudian disampaikan kepada petugas dengan harapan mendapatkan pendampingan.
Baca Juga :
Kronologi Pembegalan Kurir Paket di Astana Anyar: “Pelaku Pura-Pura Berteduh Sebelum Menodong”
Namun, menurut Najhan, respons yang diterima dinilai kurang cepat. Saat para korban tiba di titik yang terdeteksi GPS sekitar dua jam kemudian, kendaraan yang dicari sudah tidak ditemukan. Dalam peristiwa tersebut, Najhan kehilangan sepeda motor Honda Vario bernomor polisi D 3317 UDC.
Untuk mencari solusi dan kejelasan terkait keamanan parkir di lokasi acara, para korban berencana mengajukan mediasi yang melibatkan empat pihak, yakni kepolisian, penyelenggara acara, pengelola parkir, serta para korban.
Sementara itu, Kapolsek Panyileukan AKP Bambang Haryono membenarkan adanya laporan kehilangan sepeda motor dari pengunjung konser. Hingga saat ini, pihak kepolisian telah menerima tujuh laporan polisi dari para korban dan masih melakukan penyelidikan.
“Total ada tujuh laporan yang masuk. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan pemetaan untuk melacak keberadaan kendaraan yang hilang,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan masih banyak pengunjung yang meninggalkan motornya tanpa mengunci stang, bahkan beberapa di antaranya masih menyisakan kunci di kendaraan. Sebagai langkah pencegahan, polisi mengamankan puluhan kendaraan dengan kondisi tersebut ke lokasi yang lebih aman.
Pada hari pertama konser, sekitar 90 sepeda motor diamankan petugas. Sementara pada hari kedua jumlahnya mencapai sekitar 60 hingga 70 kendaraan. Adapun tujuh sepeda motor yang dilaporkan hilang hingga kini masih dalam proses pencarian oleh aparat kepolisian.* (red/PR)